Tim Penasihat Hukum Terdakwa Kasus Penggal Kepala Jokowi Keberatan Isi BAP

Tim penasihat hukum terdakwa kasus pengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto, merasa keberatan isi BAP.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Suharno
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Terdakwa kasus pengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto (kiri) bersama istrinya, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tim penasihat hukum terdakwa kasus pengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto, merasa keberatan ihwal isi dari berita acara pemeriksaan (BAP) kliennya tersebut.

Sebab, dari isi BAP tersebut tim penasihat hukum menduga ada yang tak sesuai.

"Kami keberatan karena ini ada dua BAP-nya yang sama," kata seorang kuasa hukum Hermawan Susanto, Abdullah Alkatiri, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020) siang.

Abdullah menuturkan, dua BAP ini merupakan milik Hermawan dengan BAP terdakwa penyebar video Hermawan, Rosiana.

"Titik, koma, dan beberapa ada yang sama," kata Abdullah, sambil memegang dua BAP tersebut.

"Ini pertanyaannya dan jawabannya juga sama. Sangat keberatan yang mulia," lanjutnya.

Alhasil, Abdullah mengatakan bakal mencantumkan keberatan tersebut ke dalam pembelaan diri terdakwa, di sidang selanjutnya, Kamis (16/1/2020).

Jaksa akan Hadirkan 2 Saksi Ahli

Sidang terdakwa kasus video ucapan penggal kepala Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto, diundur.

Persidangan selanjutnya akan dilaksanakan pada Kamis (16/1/2020), di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Jaksa Penuntu Umum, Permana, mengatakan bakal menghadirkan dua saksi ahli.

Di antaranya ahli bahasa Wahyu Wibowo dan ahli pidana Edward Omar Sharif Hiariej.

"Untuk sidang selanjutnya kami akan hadirkan dua saksi ahli tersebut," ucap Permana, saat sidang keterangan saksi Hermawan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved