Delapan Anak Jalanan yang Terjaring Petugas Diberikan Modal untuk Usaha di Tangerang

Upaya tersebut diantaranya adalah dengan memberikan modal usaha sekaligus pendampingan utuh yang dilakukan secara berkelanjutan.

Delapan Anak Jalanan yang Terjaring Petugas Diberikan Modal untuk Usaha di Tangerang
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
ILUSTRASI Anak-anak jalanan belajar di kolong flyover Tomang, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang melalui dinas sosial terus melakukan upaya agar anak jalanan yang seringkali dikeluhkan oleh masyarakat tidak lagi turun ke jalan pascadiberikan pembinaan dan pelatihan.

Upaya tersebut diantaranya adalah dengan memberikan modal usaha sekaligus pendampingan utuh yang dilakukan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Suli Rosadi mengungkapkan, saat ini terdapat delapan anak jalanan yang diberikan modal berupa gerobak berikut peralatan untuk usahanya.

"Tentunya sebelum mereka memulai usahanya tersebut kami memberikan pelatihan mulai dari produksi kemasan hingga lokasi tempat mereka berjualan agar nantinya saat mereka membuka usaha tersebut tidak lagi bersinggungan dengan satpolPP," kata Suli saat dihubungi, Minggu (12/1/2020).

Ia mengaku, pemberian modal sekaligus pendampingan selama mereka berwirausaha adalah jawaban atas keluhan dan keresahan anak anak jalanan yang lagi-lagi kembali turun ke jalan.

Dalam alasan terdesak faktor kebutuhan ekonomi.

"Kami menargetkan di tahun ini akan ada penambahan anak-anak jalanan yang akan diberikan modal, saat ini kami masih mengandalkan anggaran dari APBD. Ke depan kita akan gandeng forum CSR," jelas Suli.

Ia merinci selain delapan orang anak-anak jalanan yang diberikan modal, pihaknya juga melakukan pemetaan bakat dan kemampuan.

Satu diantaranya adalah pengembangan bakat dan seni mereka dalam menciptakan suatu kreatifitas yang dapat dijual.

"Tidak semua anak-anak jalanan itu berminat untuk berjualan, untuk itu kami melakukan semacam pemetaan diantaranya pengembangan bakat mereka untuk membuat suatu kerajinan tangan," papar Suli.

Selain itu, ia mengaku saat ini pihaknya tengah mengembangkan sentra dibidang jasa percetakan.

Bertempat di Mall Harmoni Kota, Karawaci, bagi para penyandang disabilitas yang juga dilakukan pendampingan secara berkala dan berkelanjutan.

"Harapan kami disabilitas dapat lebih mandiri, disana ada sablon kaos, seragam dan macam macam percetakan yang saat ini tengah banyak dibutuhkan oleh masyarakat," jelasnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved