Pasutri Bunuh Paman Tiri Lalu Buang Jasadnya ke Perbukitan, Korban Coba Perkosa Pelaku

Seorang warga menemukan jasad petani di areal perbukitan yang ditanami nilam di Desa Sihapas-apas, Padang Bolak, Padang Lawas Utara.

Pasutri Bunuh Paman Tiri Lalu Buang Jasadnya ke Perbukitan, Korban Coba Perkosa Pelaku
kompas.com/handout
Kapolsek Padang Bolak Polres Tapanuli Selatan AKP Zulfikar melakukan olah tempat kejadian perkara, saat menemukan jasad korban yang tewas dianiaya Pasutri di Desa Sihapas-apas, Padang Bolak, Padang Lawas Utara, Sabtu (11/1/2020) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang warga menemukan jasad petani di areal perbukitan yang ditanami nilam di Desa Sihapas-apas, Padang Bolak, Padang Lawas Utara (Paluta) Sabtu (11/1/2020).

Dari hasil penyidikan kepolisian, korban tewas akibat dianiaya dua tersangka yang merupakan pasangan suami isteri dan masih punya hubungan keluarga.

Kepala Polisi Sektor Padang Bolak Polres Tapanuli Selatan AKP Zulfikar mengatakan, Sabtu (11/1/2020), ia mendapat informasi adanya penemuan jasad seorang warga di areal perbukitan di Desa Sihapas-apas, Paluta.

Mendapat informasi tersebut, Zulfikar langsung berkordinasi dengan personelnya untuk berangkat ke lokasi.

Lebih dari satu jam berjalan kaki, melewati areal perbukitan dengan medan yang naik turun, Zulfikar dan personel tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dia menemukan kondisi korban yang diketahui bernama Harun Harahap (40) warga setempat, sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan dibagian tubuh banyak luka akibat benda tajam.

"Mulanya yang pertama kita lakukan adalah mengevakuasi jenazah. Karena kondisi TKP yang sulit, dan butuh tenaga ekstra," ujar Zulfikar saat dihubungi kompas.com, Senin (13/1/2020).

Pelaku pasutri

Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan dari beberapa saksi, Zulfikar menyebut korban meninggal akibat dianiaya.

"Dari luka-luka yang ditemukan di tubuh korban, kita duga kuat korban meninggal akibat dianiaya. Dan untuk pelaku sudah kita ketahui," kata Zulfikar.

Halaman
123
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved