Seorang Siswi 16 Tahun Tewas Terlindas Truk Kontainer di Depan Pintu Gerbang Harapan Indah Bekasi

kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Korban meninggal dunia berkendaraan sepeda motor dengan dibonceng seorang ibu bernama Choeriah (45).

Seorang Siswi 16 Tahun Tewas Terlindas Truk Kontainer di Depan Pintu Gerbang Harapan Indah Bekasi
ISTIMEWA/Dokumentasi Polres Metro Bekasi
Polisi saat melakukan olah TKP kecelakaan di Jalan Sultan Agung depan Harapan Indah Bekasi, Senin (13/1/2020).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Seorang siswi bernama Arsylapasha Ananda Kusuma (16), tewas terlindas truk kontainer di Jalan Sultan Agung depan pintu gerbang Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Senin, (13/1/2020).

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Ojo Ruslani, mengatakan, insiden kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Korban meninggal dunia berkendaraan sepeda motor dengan dibonceng seorang ibu bernama Choeriah (45).

"Menggunakan sepeda motor Yamaha Mio B-3239-KDM, terlibat kecelakaan dengan truk kontainer B-9286-UWW," kata Ojo saat dikonfirmasi.

Kecelakaan ini bermula ketika sepeda motor yang ditumpangi korban melaju dari arah timur (Bekasi) menuju arah barat (Jakarta).

Ketika di tempat kejadian perkara, motor menyentuh badan truk hingga kehilangan kendali dan terjatuh.

"Motor akan mendahului truk dari sebelah kiri yang sama-sama (melaju) dari arah Bekasi ke Jakarta, namun stang motor menyentuh body truk sehingga motor oleng," jelas Ojo.

Selanjutnya, penumpang sepeda motor langsung terjatuh ke arah kanan hingga masuk ke dalam kolong truk kontainer yang sedang melaju dengan kecepatan sedang.

"Terlindas kepalanya sampai meninggal di tempat, sementara pengemudi motor jatuh ke kiri mengakibatkan luka ringan," paparnya.

Ojo menjelaskan, kasus ini kemudian ditangani pihaknya. Sopir truk langsung diamankan ke Polsek Medan Satria dan pengemudi sepeda motor yang selamat langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Korban langsung kita evakasi ke RSUD Bekasi dan dilakukan olah TKP, untuk pengemudi truk atas nama Jaya Oktavianto, memiliki SIM B2 umum," katanya.

Adapun dari informasi yang didapat, korban meninggal dunia dengan pengemudi sepeda motor tidak ada hubungan keluarga.

Tetapi, pihak keluarga selama ini telah mempercayai pengemudi sepeda motor tersebut untuk menjeput korban tiap pulang sekolah.

"Korban sekolah di salah satu SMA di daerah Jatiwaringin, tinggal di Perumahan Bulevard, sedang pengemudi motor tinggal di daerah Jatibening," tuturnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved