Wali Kota Bekasi Bicara Relokasi Warga Perumahan Pondok Gede Permai: 75 Persen Menolak

Rencana relokasi warga di Perumahan Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, sempat diusulkan Wali Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Bicara Relokasi Warga Perumahan Pondok Gede Permai: 75 Persen Menolak
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat dijumpai di Perumahan Kemang IFI Jatiasih, Selasa, (14/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, JATIASIH - Rencana relokasi pemukiman warga di Perumahan Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, sempat diusulkan Wali Kota Bekasi saat melakukan rapat dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu di Istana Negara, Jakarta.

Relokasi ini berkaitan dengan alih fungsi perumahan yang akan dijadikan daerah tangakapan air atau tandon Kali Bekasi ketika sewaktu-waktu air meluap.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, kabar relokasi itu sudah sampai ketelingan warga. Mereka menurut dia mayoritas menolak rencana tersebut.

Pengalaman Kerja Sambung Pipa, Wali Kota Bekasi Turun Tangan Bersihkan Lumpur Pasbanjir di Jatiasih

"Nah itu saya sampaikan ke presiden tapi semalam saya sampai jam 11 di PGP kayanya 75 persen enggak mau," kata Rahmat, Selasa, (14/1/2020).

Menurut dia, alasan utama warga tentu karena mereka sudah nyaman tinggal berpuluh-puluh tahun di perumahan tersebut. Terlebih, relokasin tentu juga harus melibatkan perencanaan yang panjang.

"Menolak relokasi tapi relokasi itukan panjang ceritanya itukan pasti pusat APBN apalagi itu tiga RW," terangnya.

Di menjelaskan, pada saat rapat bersama presiden, relokasi ini meliputi seluruh pemukiman di PGP dan sebagian perumahan di Vila Nusa Indah yang masuk wilayah Kabupaten Bogor.

"Bupati Bogor kemarin juga minta (relokasi) karena di perumahan itu ada pertemuan dua sungai Cileungsi dan Cikeas, lalu pak Menteri bilang di hulu Ciluengsi sudah ada tandon kalau di sini (PGP) dibuat seperti tandon mungkin 50-100 tahun akan aman (banjir)," tegas dia.

Kendari begitu, ia juga sempat menyampaikan alternatif lain jika relokasi pemukiman warga urung dilakukan.

"Kalau tidak direlokasi dari bibir sungai itu minimal 20 meter dijadikan area tangkapan jadi kalau melimpas itu bikin tanggul lagi kalau melipas maka dia bisa dipompa keluar kaya semacam dam," jelasnya.

"Itu mungkin paling mungkin dilakukan, jadi enggak seluruhnya di relokasi cuma area 20 meter dari tanggul paling kena satu rumah terus dari bibir jembatan yang mau masuk Villa Nusa Indah sampai ke jembatan yang mau masuk ke Bojong Menteng," paparnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved