Tawuran di Jalan Semeru

Alami Tiga Luka Bacok, Korban Tawuran di Jalan Semeru Grogol Masih Kritis

Hadi Iqbal Ramdhani (21) masih kritis di RS Tarakan.Ia terkena luka bacok di bagian perut, pundak dan tangannya usai ditikam celurit oleh Geng Bonpis.

Alami Tiga Luka Bacok, Korban Tawuran di Jalan Semeru Grogol Masih Kritis
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Polisi saat merilis kasus tawuran di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (15/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Sampai hari ini Hadi Iqbal Ramdhani (21) masih kritis di RS Tarakan, Jakarta Pusat.

Hadi yang merupakan anggota geng Borobudur terkena luka bacok di bagian perut, pundak dan tangannya usai ditikam celurit oleh pelaku dari geng Kebon Pisang (Bonpis) saat tawuran di Jalan Semeru, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Minggu (12/1/2020) dini hari.

"Korban masih kritis karena organ korban sempat keluar luka cukup parah dan dirawat di rumah sakit," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi di kantornya, Rabu (15/1/2020).

Saat ini, ketiga pelaku tawuran yang menikam Hadi sudah diamankan polisi bersama 13 tersangka lain yang terlibat tawuran.

Ketiga eksekutor yakni SWP (18), AR (19) dan RND (19) yang terpaksa dihadiahi timah panas di kakinya karena berusaha menyerang petugas saat akan ditangkap tak jauh dari lokasi kejadian, dini hari tadi.

Arsya mengatakan, selain Hadi yang alami luka berat, ada pula beberapa anggota geng Borobudur yang alami luka ringan akibat tawuran tersebut.

Mayoritas dari mereka terkena lemparan batu yang dilemparkan geng Bonpis.

"Dari 16 tersangka yang kami amakan, 10 diantaranya ini masih berstatus di bawah umur," kata Arsya.

Kerangka Manusia di Rumah Kosong, Warga Tak Cium Bau & Ditemukan Duduk di Sofa Tertutup Jas Hujan

Polisi Tembak Kaki Penodong Bersenjata Tajam di Mambo Jakarta Utara

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie Latuheru mengatakan, tawuran yang dilakukan kedua kelompok ini memang sudah sering terjadi.

Adapun motif dari tawuran hanya didasari masalah sepele, yakni ingin mencari eksistensi di antara kelompok pemuda kawasan Grogol.

Karenanya, para pelaku juga merekam aksi tawuran ini di akun sosial medianya masing-masing.

"Gesekan dua kelompok ini memang sudah sering terjadi dan yang sampai timbulkan korban parah baru ini," kata Audie.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved