Angka Perceraian di Kota Depok Meningkat Sepanjang Tahun 2019

Sepanjang periode tahun 2019 silam, sebanyak 3.664 pasangan suami-istri (Pasutri) di Kota Depok, Jawa Barat, memilih mengakhiri bahtera rumah tangga

Ilustrasi perceraian.(Thinkstock) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS -  Sepanjang periode tahun 2019 silam, sebanyak 3.664 pasangan suami-istri (Pasutri) di Kota Depok, Jawa Barat, memilih mengakhiri bahtera rumah tangganya.

Bahkan, dibandingkan tahun 2018 silam, angka tersebut mengalami kenaikan hingga sebanyak 3,94 persen lantaran pada tahun 2018 silam angkanya mencapai 3.525 pasangan.

Humas Pengadilan Agama Kota Depok Dindin Syarief menuturkan, angka perceraian di Kota Depok didominasi oleh gugatan hingga sebanyak 2.799 perkara, dan talak sebanyak 865 perkara.

“Sebanyak 77 persen cerai gugat di tahun 2019,” ujar Dindin ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/1/2020).

Tidak Punya Pestisida, Petugas Damkar Tangsel Basmi Serangan Ulat Bulu Pakai Air Busa

Lanjut Dindin, meskipun angka perceraian naik, hal tersebut diiringi dengan angka perdamaian yang juga turut meningkat.

 “Ada 15 kasus yang selesai dengan damai di tingkat mediasi,” paparnya.

Dari ribuan kasu perceraian yang terjadi di Kota Depok pada tahun 2019, sebanyak 576 kasus diantaranya terdaftar sebagai pegawai negeri sipil (PNS)

 “Kalau PNS tahun kemarin ada 576 ASN yang bercerai,” ujar Dindin.

Dindin menjabarkan usai pasangan yang memilih bercerai di Kota Depok cukup beragam, diantaranya usai 16-19 tahun sebanyak 14 perkara, usia 19-21 tahun 62 perkara, usia 21-25 560 perkara, dan usia 26-30 tahun sebanyak 1.470 perkara.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved