Pasca-Banjir Awal Tahun, Harga Cabai Terus Meroket Hingga Rp 90 Ribu Per Kilogram di Ciputat

Harga cabai terus meroket sejak banjir awal tahun 2020, hingga hari ini, dua pekan setelahnya, Rabu (15/1/2020).

Pasca-Banjir Awal Tahun, Harga Cabai Terus Meroket Hingga Rp 90 Ribu Per Kilogram di Ciputat
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Pedagang cabai 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Harga cabai terus meroket sejak banjir awal tahun 2020, hingga hari ini, dua pekan setelahnya, Rabu (15/1/2020).

Di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), harga cabai naik sampai dua kali lipat.

Yatmi (35), mengatakan, harga cabai jenis rawit kini harganya Rp 90 ribu per kilogram.

Harga tersebut naik secara bertahap dari yang sebelumnya Rp 45 ribu per kilogram pada akhir 2019.

"Rawit sekarang Rp 90 ribu, sebelumnya 45 ribu, 50 ribu," ujar Yatmi, salah satu penjual sayur di Pasar Cimanggis.

Jenis lainnya, cabe keriting, mengalami lonjakan harga yang lebih tinggi. Dari harga per kilogram sebesar Rp 30 ribu, kini harganya mencapai Rp 80 ribu.

"Cabe keriting sekarang Rp 80 ribu sebelumnya Rp 30 ribu," ujarnya.

Ada Demo, Polisi akan Tutup Akses Jalan Medan Merdeka Barat

Yatmi mengaku tidak tahu pasti hal penyebab kenaikan harga buah pedas tanaman jenis perdu itu.

Namun, ia memperkirakan, curah hujan yang tinggi membuat banyak tanaman cabai yang gagal panen sehingga pasokan berkurang.

"Karena banjir kali, ya pada enggak panen. Dari semenjak yanh banjir itu, iya awal tahun," ujarnya.

Hal yang sama juga diutarakan Sarno (39), pembeli cabai di Pasar Cimanggis. Sarno mengeluhkan harga cabai yang melonjak itu.

"Mahal sekarang, lagi mahal kali ya. Enggak tahu kenapa. Mulai awal tahun naiknya," ujar Sarno.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved