Teror Ulat Bulu

BREAKING NEWS Perumahan Hakiki Ciputat Sudah Sepekan Diserang Ratusan Ulat Bulu

Selama sepekan terakhir, warga Perumahan Hakiki, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), diserang ratusan ulat bulu.

BREAKING NEWS Perumahan Hakiki Ciputat Sudah Sepekan Diserang Ratusan Ulat Bulu
Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Ulat bulu di Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (15/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Selama sepekan terakhir, warga Perumahan Hakiki, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), diserang ratusan ulat bulu.

"Sudah seminggu belakangan dah, banyak ulatnya," ujar Nadi (38), sekuriti perumahan tersebut di lokasi, Rabu (5/1/2020).

Nadi menjelaskan, mulanya warga perumahan tersebut gatal-gatal karena menggunakan handuk yang baru saja dijemur.

"Ternyata ada ulatnya, badannya pada bentol-bentol besar," ujarnya.

Ulat bulu di Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (15/1/2020).
Ulat bulu di Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (15/1/2020). (Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Nadi mengatakan, ada dua jenis ulat bulu yang banyak muncul di perumahan yang posisinya dekat kali kecil itu.

Ulat tersebut ada yang berwarna putih, dan jenis lainnya berwarna hitam kecoklatan serta ukurannya lebih besar.

Nadi mengatakan, kejadian munculnya banyak ulat yang seperti teror itu baru pertama kali ini terjadi.

"Baru ini, tahun-tahun sebelumnya ada, tapi enggak banyak. Pas musim hujan ini aja nih," ujarnya.

Warga dan sekuriti sampai memanggil petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel untuk menyemprotkan anti serangga.

"Kemarin penyemprotan itu dari Damkar," ujarnya.

Lihat Insiden di Tengah Badai Salju, Nagita Slavina Sigap Turun dari Mobil dan Beri Bantuan

Sinopsis Drama India KASAM, Rabu 15 Januari 2020: Ada Apa dengan Tanuja?

Pasca-penyemprotan anti serangga, pantauan TribunJakarta.com, ulat bulu masih banyak terlihat.

Bebeberapa ulat terlihat di jalan masuk menuju perumahan itu. Namun di pepohonan justru jarang terlihat.

"Mungkin dia takut kali karena kan kemarin sudah disemprot, jadi pada di jalan. Kemarinan mah banyak bener pada ditembok. Dibakar, muncul lagi," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved