Populi Center Sebut Gubernur Anies Baswedan Lebih Sibuk Tanggapi Netizen saat Banjir Jakarta

Peneliti Populi Center, Jefri Ardiansyah menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya fokus pencitraan untuk mengerek elektabilitasnya.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, rela banjir-banjiran guna menjenguk warga Duri Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Peneliti Populi Center, Jefri Ardiansyah menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya fokus pencitraan untuk mengerek elektabilitasnya ketimbang menjalankan program konkret untuk menyelesaikan banjir.

Kritik tersebut disampaikannya terkait tindakan yang dilakukan Anies saat menangani banjir Jakarta di awal tahun ini.

"Tidak ada hal rasional yang disampaikan Anies seperti dia bilang saya akan buat waduk dan lain-lain," kata Jefri saat diskusi bertema ‘Banjir Jakarta’ di kantor Populi Center, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (15/1/2020).

Populi Center: Responden Pilih Naturalisasi Anies Dibanding Normalisasi Ahok, Meski Tak Mengerti

"Tapi dia hanya sibuk menjawab keluhan netizen dam statement yang menurut dia merugikan secara politis. Justru Anies sendiri yang mempolitisasi banjir itu sendiri," sambungnya.

Selain itu, ia pun menyoroti beberapa ucapan Anies di saat banjir yang dianggapnya kurang tepat saat menghadapi banjir.

Semisal, di saat Anies menyebut bahwa Anak kecil justru senang saat ada banjir atau pun memerintahkan pihak kelurahan untuk berkeliling memberikan peringatan dini terjadinya banjir menggunakan toa.

"Itu bukan statement yang baik disampaikan gubernur," kata Jefri.

Padahal, kata Jefri, seharusnya Anies menyampaikan pernyataan yang lebih konkret terkait upayanya untuk mengatasi banjir, semisal rencana akan membuat waduk atau menambah mesin pompa yang ada di Jakarta.

"Anies justru terjebak dalam eksluvitas populisme. Dia selalu keluarkan statement yang berseberangan dengan pihak yang berseberangan dengannya. Padahal 2024 masih jauh," ujarnya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved