Usul Bentuk Komando Gabungan ASEAN, Eks Tim Mawar Sebut Panglima TNI Layak jadi Pemimpin

Klaim China atas perairan Natuna, Kepulauan Riau berdasarkan Nine-Dash Line dinilai mengancam kedaulatan negara di Asia Tenggara

Usul Bentuk Komando Gabungan ASEAN, Eks Tim Mawar Sebut Panglima TNI Layak jadi Pemimpin
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TN
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono, S.E., M.M. memimpin apel gelar pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di Paslabuh, Selat Lampa, Ranai, Natuna, Jumat (3/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Klaim China atas perairan Natuna, Kepulauan Riau berdasarkan Nine-Dash Line dinilai mengancam kedaulatan negara di Asia Tenggara (ASEAN).

Pasalnya klaim atas 2.000 km​ berdasar catatan sejarah China juga mencatut wilayah perairan Malaysia, Brunei, Vietnam, dan Thailand.

Pengamat intelejen sekaligus eks Anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Fauka Noor Farid mengatakan hal ini perlu disikapi dengan gabungan kekuatan militer.

"Saran saya dengan adanya kejadian ini. Saya hitung arogansi, momen ini harus kita manfaatkan dengan membentuk Komando wilayah gabungan ASEAN," kata Fauka di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (15/1/2020).

Usul pembentukan Komando Gabungan ASEAN yang pernah diusulkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dirasa mampu mengatasi masalah.

Terlebih usul tersebut sudah disampaikan Prabowo pada pertemuan Ke- 20 Kepala Staf Angkatan Darat se-Asean atau 20th ASEAN Chief of Army Multilateral Meeting 2019 lalu.

Dia menilai arogansi dengan menyatakan Nine-Dash Line dan belum dikerahkannya militer China sebagai bentuk menyombongkan diri.

"Dengan dia melawan keputusan Internasional berarti kan secara otomatis berarti dia merasa kuat. Merasa kuat terhadap militer Indonesia atau Asean," ujarnya.

Eks anggota Tim Mawar Kopassus ini mengusulkan nama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menumpang Komando Gabungan Asean.

Halaman
123
Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved