Teror Ulat Bulu

Wabah Ulat Bulu Melanda Tangsel, Anggota Dewan Beri Tips Olesi Rumah Gunakan Oli Bekas

Air busa tersebut digunakan lantaran Dinas Damkar tidak memiliki anti serangga atau pestisida.

Wabah Ulat Bulu Melanda Tangsel, Anggota Dewan Beri Tips Olesi Rumah Gunakan Oli Bekas
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Beberapa ulat bulu terlihat di Perumahan Hakiki, Serua, Ciputat, Tangsel, Rabu (15/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Anggota Komisi III DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) , Sri Lintang Rosi Aryani, angkat bicara terkait serangan ulat bulu di wilayahnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Perumahan Hakiki di bilangan Serua, Ciputat, muncul banyak ulat bulu yang meresahkan warga.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Tangsel yang diadukan permasalahan ulat tersebut datang dan menyemprotkan air busa untuk membasminya.

Pasalnya air busa tersebut digunakan lantaran Dinas Damkar tidak memiliki anti serangga atau pestisida.

Lintang mengatakan wabah ulat bulu biasa merebak setelah musim hujan.

Menurutnya, Dinas Damkar belum perlu menganggarkan pembelian pestisida jika ledakan populasi ulat bulu itu belum meluas ke banyak wilayah.

"Kalau wabah ulat bulu meluas, misalnya hampir di setiap kecamatan, perlu dianggarkan namun tidak terlalu besar," ujar Lintang saat dihubungi TribunJakarta.com, Rabu (15/1/2020).

Lintang bahkan memberikan tips agar ulat bulu tidak sampai masuk ke rumah dan mengganggu aktifitas domestik sehari-hari.

Lintang mengatakan, untuk mencegah ulat masuk bisa dengan cara mengolesi sela-sela rumah menggunakan oli bekas.

"Untuk mencegah masuk rumah, di pojok rumah atau celah yang memungkinkan ulat masuk diolesi oli bekas. Karena ulat bulu tidak suka bau oli," ujarnya.

Selain itu, warga juga dianjurkan memangkas dan membakar dahan yang banyak ulatnya.

"Memangkas dahan dan daun sumber ulat kemudian dibakar," jelasnya.

Lintang juga mengatakan, warga bisa membuat pestisida alami untuk membasmi ulat tersebut.

"Disemprot dengan pestisida alami dibuat sendiri dengan mencampurkan sabun cair, air dan sagu," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved