AKBP Andi Sinjaya Tak Terbukti Peras Rp 1 M, Kompolnas Desak Ketua IPW Minta Maaf

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta maaf secara terbuka.

AKBP Andi Sinjaya Tak Terbukti Peras Rp 1 M, Kompolnas Desak Ketua IPW Minta Maaf
SHUTTERSTOCK
ilustrasi uang 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta maaf secara terbuka.

Permintaan maaf itu terkait tuduhan yang menyudutkan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Andi Sinjaya Ghalib.

Dalam hal ini, Andi dituduh meminta uang sebanyak Rp 1 miliar kepada seorang pelapor bernama Budianto.

"Kalau yang Neta bicarakan itu tidak benar, maka perlu minta maaf di hadapan publik," kata anggota Kompolnas Andrea H Poeloengan saat dikonfirmasi, Kamis (16/1/2020).

Menurut dia, Neta wajib meluruskan persoalan ini agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

"Selain itu perlu diklarifikasi dan serahkan bukti-bukti ke Polda Metro Jaya," ujar dia.

Kasus ini bermula ketika dua orang tersangka berinisial MS dan Y melakukan perusakan tanah milik negara di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Budianto kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Ia menyesalkan lambatnya penanganan kasus oleh pihak kepolisian.

Padahal, kasus perusakan tanah milik negara ini sudah dilaporkan sejak 2014.

Budianto sempat menyebut Andi Sinjaya melakukan pemerasan hingga Rp 1 miliar agar kasus itu segera diserahkan ke Kejaksaan.

Belakangan diketahui bukan Andi yang memeras Budianto, melainkan seorang oknum pengacara berinisial AL.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved