Dibangun Setelah Ludes Terbakar, BJ Home BSD Disegel Satpol PP karena Tidak Ada Izin

Satpol PP Tangsel menyegel proyek pembangunan gedung supermarket bahan bangunan BJ Home BSD di Serpong, Tangsel, Kamis (16/1/2020).

Dibangun Setelah Ludes Terbakar, BJ Home BSD Disegel Satpol PP karena Tidak Ada Izin
Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangerang Selatan (Tangsel) menyegel proyek pembangunan gedung supermarket bahan bangunan BJ Home BSD di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (16/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangerang Selatan (Tangsel) menyegel proyek pembangunan gedung supermarket bahan bangunan BJ Home BSD di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (16/1/2020).

Diketahui, BJ Home sempat berdiri dan beroperasi, lalu mengalami kebakaran hebat pada Agustus 2018.

Bangunan megah tiga lantai itu ludes terbakar. Selama 10 jam petugas pemadam baru bisa menjinakkan sijago merah.

Tahun 2019, BJ Home kembali membangun gedungnya yang ludes.

Namun Satpol PP melihat pembangunan itu belum ada izin mendirikan bangunan (IMB).

"Kalau saat kebakaran itu kan bangunan rata sama sekali sehingga ketika membangun itu harus ada IMBnya. Belum selesai IMBnya maka itu bangunan kita segel artinya boleh dibangun lagi setelah IMB sudah ada," ujar Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Tangerang Selatan, Muksin Alfahri, Kamis (16/1/2020).

Muksin mengatakan, IMB bangunan lama bisa saja digunakan jika renovasi hanya sebagian kecil dan tidak mengubah bentuk.

Namun pada kasus BJ Home BSD ini bangunan dibangun dari nol.

Hasil Tes Urine Pengemudi Mobil yang Tewaskan 2 Pengendara di Sawangan Kota Depok Negatif Narkoba

Pembunuhan Hakim Jamaluddin: Rekayasa Serangan Jantung Gagal Hingga Zuraida Beri Warning Eksekutor

"Jadi IMB berlaku selama tidak ada perubahan bentuk dan fungsi bangunan. Jadi kalau bentuk berubah, tidak berlaku, kalau rehap total ya tidak berlaku," jelasnya.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, stiker penyegelan itu tertulis bahwa proyek pembangunan melanggar Perda nomor 6 tahun 2015 tentang pembangunan gedung.

Meskipun sudah disegel, masih terlihat pekerja proyek yang masih beraktivitas.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved