Korban Banjir di Banten Bisa Mengurus Sertifikat Tanah yang Rusak dengan Harga Murah

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banten mengatakan korban banjir di Tangerang dan Kabupaten Tangerang bisa mengurus sertifikat tanah yang rusak.

Korban Banjir di Banten Bisa Mengurus Sertifikat Tanah yang Rusak dengan Harga Murah
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banten, Andi Tantri Abeng (paling kanan) saat ditemui di BPN Kota Tangerang, Kamis (16/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banten, Andi Tantri Abeng mengatakan korban banjir di Tangerang dan Kabupaten Tangerang bisa mengurus sertifikat tanah yang rusak dan hilang dalam harga merakyat.

Cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 50 ribu warga terdampak banjir di Tangerang dan Kabupaten Lebak dapat mengurus sertifikat tanah.

"Kita sudah sosialisasikan bagi masyarakat yang terkena banjir, kalau sertifikatnya rusak karena banjir, bisa langsung minta surat pergantian ke kantor pertanahan. Bayar Rp 50 ribu," ujarnya Tantri di Tangerang, Kamis (16/1/2020).

Tantri menambahkan bagi warga harus menyertakan surat kehilangan dan mengurus prosedur pembuatan surat tanah kehilangan.

Andi pun berjanji BPN yang ada di Banten tidak akan mempersulit bagi masyarakat yang akan mengurus surat tanahnya baik rusak, hilang maupun pembuatan sertifikat tanah sejak awal.

"Kalau hilang menempuh prosedur sertifikat pengganti karena hilang, dengan membawa surat keterangan kehilangan. Kalau benar hilang dan dia benar warga korban banjir, serta benar tinggal disitu, benar sertifikatnya hilang dan dia disumpah. Enggak ada yang dipersulit," jelas Tantri.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved