Kota Bekasi Belum Butuh Perda Wajib Garasi Bagi Pemilik Mobil

"Sejauh ini belum ke arah sana (perda wajib garasi)," kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat dikonfirmasi, Kamis, (16/1/2020).

Kota Bekasi Belum Butuh Perda Wajib Garasi Bagi Pemilik Mobil
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Spanduk larangan parkir sembarangan di RW022 Harapan Jaya Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan, sejauh ini wilayahnya belum butuh peraturan daerah (perda) setiap warga wajib memiliki garasi bagi pemilik kendaraan roda empat atau mobil.

"Sejauh ini belum ke arah sana (perda wajib garasi)," kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat dikonfirmasi, Kamis, (16/1/2020).

Ketika ditanya soal pemasangan spanduk di RW022, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara, berisi kewajiban warganya memiliki garasi sebelum membeli mobil, Tri mengaku mengapresiasi.

"Ya itu bagus, tanpa ada perda atau perwal masyarakat bisa menjaga kenyamanan lingkungannya," ungkap Tri.

Meski begitu, pihaknya tidak menutup kemungkinan dikemudian hari, Kota Bekasi menerapkan peraturan seperti yang sudah dijalankan di Kota Depok.

Disana, perda aturan warganya wajib memiliki garasi untuk parkir kendaraan roda empat diterapkan agar tak ada lagi pemilik kendaraan parkir di jalan umum pemukiman.

Sementara itu, hal yang sama juga dikatakan Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Ikhwanudin.

Menurut dia, aturan setiap warga wajib memiliki garasi kendaraan roda empat belum ada Kota Bekasi, tetapi aturan tentang larangan parkir di bahu jalan sudah berjalan.

"Sampai saat ini belum ada wacana soal itu (wajib garasi pemilik kendaraan), tetapi aturan tentang parkir bahu jalan dan parkir on-street jalan protokol sudah ada," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairuman Joewono Putro, mengatakan, wilayahnya memang belum mengadopsi apa yang sudah diterapkan di Kota Depok.

"Untuk di Kota Bekasi tidak selamanya mengadopsi langsung, kita lihat dulu permasalahannya, terjadi di mana saja," kata Chairuman, Rabu, (15/1/2020).

Namun lanjut dia, jika kondisi di masyarakat marak terjadi praktik penggunaan jalan sebagai lahan parkir pribadi hingga menggangu ketertiban, perda mewajibkan setiap pemilik mobil memiliki garasi harus dibuat.

"Kalau menjadi masalah masyarakat kemudian ini menjadi pemicu dari munculnya keresahan masyarakat, menjadi ketidaktertiban dan ke tidak nyaman, kalau seperti itu mungkin di butuhkan, perlu di buatkan perdanya," terangnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved