Alasan Menteri Wishnutama Tinjau Ulang Aturan Bebas Visa Kunjungan 169 Negara ke Indonesia

Pemeritah Pusat akan segera merevisi kembali soal aturan pembebasan visa kunjungan ke Indonesia.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama saat berkunjung ke Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (17/1/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemeritah Pusat akan segera merevisi kembali soal aturan pembebasan visa kunjungan ke Indonesia.

Seperti diketahui, terdapat 169 negara yang bebas visa ke Indonesia sejak tahun 2016 silam.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama saat berkunjung ke Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (17/1/2020) malam.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama saat berkunjung ke Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (17/1/2020) malam.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama saat berkunjung ke Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (17/1/2020) malam. (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

"Akan kita review, karena banyak negara-negara yang bebas visa tapi tidak menghasilkan wisatawan berkualitas," ucap Wishnutama.

Ia mengatakan, dirinya telah membahas terkait aturan bebas visa kunjungan (BVK) tersebut dengan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

"Saya dengan bu Menlu sudah sepakat, sependapat untuk mereview apakah perlu bebas visa," sambung dia.

Menurut Wishnutama, yang perlu ditingkatkan adalah bagaimana cara agar Indonesia memperoleh devisa dari kedatangan wisatawan manca negara (wisman).

Bukan semata-mata berlimpah jumlah kedatangan wisatawan asing saja, namun tidak menghasilkan devisa.

"Ke depan, yang perlu kita tingkatkan adalah kualitas daripada wisatawan karena kan tujuan kita adalah untuk mendatangkan devisa, bukan number of people tapi number of devisa, yang penting adalah devisanya yang masuk lebih banyak," tutur Wishnu.

Minim Pengamanan, Begini Kronologi 40 Laptop Fasilitas UNBK SMPN 33 Bekasi Raib Digondol Maling

5 Fakta Polemik Rencana Pembelian Speaker Rp 4 Miliar Untuk Peringatan Dini Bencana

Dirinya pun mencontohkan, jumlah wisatawan ke Australia hanya 9 juta per tahun dengan devisa yang didapatkan negara tersebut kurang lebih Rp 423 triliun.

"Australia jumlah wisatawannya cuma 9 juta, (angkanya) dibawah Indonesia. Tetapi devisa yang dihasilkan oleh pariwisata mencapai USD 31 billion," terang Wishnutama.

Oleh karenanya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah membahas dan mengatur strategi untuk mendatangkan wisatawan yang menguntungkan Indonesia.

"Jadi itu yang harus kita perhatikan, strategi mana yang harus kita mainkan. Kita mengejar angka kuantitas atau kualitas? Nah, ini yang musti kita dapat pahami dalam strategi yang benar. Jangan cuma sekedar mengejar angka tetapi kualitasnya tidak bagus," ujar Wishnutama.

Sebagai informasi, aturan BVK kepada 169 negara diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved