Kronologi Terbongkarnya Pedagang Es Krim Rudapaksa Siswi Sekolah di Sawangan

Orang tua korban menemukan ada pesan di aplikasi whatsapp dari seorang laki-laki yang menjurus ke arah perbincangan dewasa

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
Istimewa
Ilustrasi kekerasan seksual 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

 

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN – Malang nian nasib seorang siswi sekolah di daerah Sawangan, Kota Depok, kesuciannya direnggut oleh seorang pedagang es krim di sekolahnya.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok Iptu Isa Fajar mengatakan, terbongkarnya kasus tersebut bermula ketika orang tuanya tengah mengecek handphone milik korban.

Selanjutnya, orang tua korban menemukan ada pesan di aplikasi whatsapp dari seorang laki-laki yang menjurus ke arah perbincangan dewasa.

“Ada pesan yang berisi dari seorang laki-laki yang mengatakan bahwa korban sudah tidak perawan lagi karena saat melakukan hubungan intim korban tidak mengeluarkan darah,” kata Isa pada TribunJakarta.com, Jumat (17/1/2020).

Selanjutnya, orang tuanya pun menanyakan pada korban apa maksud dari pesan tersebut, hingga akhirnya korban pun mengakui telah dirudapaksa oleh pelaku yang merupakan seorang pedagang es krim.

“Kemudian orang tuanya menanyakan hal tersebut kepada korban hingga akhirnya korban mengaku dan mengatakan kejadian yang sesungguhnya,” tambah Isa.

Wakapolri: Sejak 2016, Tersangka Kasus Narkoba dari Lingkungan Kampus Terus Meningkat

BKN Umumkan Jadwal Tes SKD dan SKB CPNS 2020, Simak Cara Mengetahuinya

Catat Jadwal Pertunjukan Juara Dunia Barongsai di Pondok Indah Mall Jakarta Sambut Tahun Baru Imlek

Atas kejadian tersebut, orang tua beserta korban pun segera membuat laporan di Polres Metro Depok dan ditindaklanjuti petugas dengan langsung mengamankan pelaku.

Terakhir, Isa berujar akibat perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Pasal yang kami kenakan Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved