Breaking News:

Meronta di Penjara Hanya Modus, Pria Ngaku Nabi Terakhir Ini Ketahuan Bohongi Polisi

Mengaku sebagai nabi terakhir, Paruru Daeng Tau, warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi. Ia pernah ketahuan bohong saat dipenjara.

Editor: Y Gustaman
Kompas.com/Amran Amir
Paruru Daeng Tau mendekam di rumah tahanan Polres Tana Toraja, Jumat (1/17/2020). Warga asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang juga pimpinan organisasi Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP) di Tana Toraja ini dianggap meresahkan karena ajaran yang dianutnya bertentangan dengan kaidah dan ajaran Islam. Ia mengaku sebagai nabi terakhir. 

Bohongi Polisi 

Paruru saat dalam tahanan sempat membohongi petugas dengan alasan sakit hingga meronta-ronta.

Polisi membawanya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Namun, saat tiba di rumah sakit dan usai diperiksa dokter, ternyata ia berbohong.

"Dokter mengatakan Paruru tidak sakit, ia hanya alasan atau berbohong. Hari ini kondisinya juga sehat,” ujar Paur Humas Polres Tana Toraja Aiptu Erwin.

Kelompok LPAAP pimpinan Paruru memilih Dusun Mambura, Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek Tana Toraja sebagai markas.

Para pengikutnya meyakini Paruru lah nabi terakhir, bukan Nabi Muhammad.

Seksi Bimas Islam Kemenag Tana Toraja sudah cukup lama memantau aktivitas dan gerak gerik organisasi ini.

Pantauan ini atas laporan warga kepada kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mengkendek.

Akhirnya diputuskan, organisasi ini menyimpang dari ajaran Islam.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved