Breaking News:

Meronta di Penjara Hanya Modus, Pria Ngaku Nabi Terakhir Ini Ketahuan Bohongi Polisi

Mengaku sebagai nabi terakhir, Paruru Daeng Tau, warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi. Ia pernah ketahuan bohong saat dipenjara.

Editor: Y Gustaman
Kompas.com/Amran Amir
Paruru Daeng Tau mendekam di rumah tahanan Polres Tana Toraja, Jumat (1/17/2020). Warga asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang juga pimpinan organisasi Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP) di Tana Toraja ini dianggap meresahkan karena ajaran yang dianutnya bertentangan dengan kaidah dan ajaran Islam. Ia mengaku sebagai nabi terakhir. 

Kepala Seksi Bimas Islam H Tamrin Lodo mengirim surat kepada MUI Kabupaten Tana Toraja untuk menginvestigasi dan mengeluarkan fatwa.

MUI Tana Toraja langsung menindaklanjuti surat itu.

Terungkap, berbagai aktivitas LPAAP tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Di antaranya, LPAAP mengajarkan salat, puasa, zakat, dan haji yang menjadi kewajiban umat Islam bukanlah kewajiban bagi pengikut LPAAP. 

Pengikut LPPAP cukup sembahyang dua kali sehari.

Ketua MUI Tana Toraja KH Ahmad Zainal Muttakin mengatakan, berdasarkan data dan fakta tersebut LPAAP tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Sehingga aliran tersebut dianggap sesat.

“Pimpinan LPAAP Paruru Daeng Tau tidak menerima fatwa tersebut," ungkap Kiai Zainal.

Sehingga MUI Tana Toraja dan Kemenag Tana Toraja memanggilnya.

"Pemanggilan ini sekaligus hak jawab dan menjelaskan alasan penolakannya di Aula Kantor Kemenag Tana Toraja pada Selasa (26/11/2019) lalu,” ucap Zainal.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved