Prioritaskan Kesadaran K3, Anies Baswedan: Jangan Hanya Seremonial Saja

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertindak sebagai Inspektur Upacara Bulan K3 di GOR Soemantri Brodjonegoro.

Prioritaskan Kesadaran K3, Anies Baswedan: Jangan Hanya Seremonial Saja
TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di GOR Soemantri Brodjonegoro, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertindak sebagai Inspektur Upacara Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Usai menghadiri acara tersebut, Anies berpesan agar bulan K3 tidak hanya diperingati secara seremonial saja.

"Ini adalah pencanangan bulan K3 tapi jangan jadi seremonial. Pencanangannya memang upacara, tapi kesadaranmya itu harus diwujudkan dalam langkah-langkah nyata," ucapnya, Jumat (17/1/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di GOR Soemantri Brodjonegoro, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di GOR Soemantri Brodjonegoro, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim)

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun mengingatkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi prioritas utama.

Bahkan, sejak pakerja meninggalkan rumah menuju tempatnya mencari nafkah.

"Keluarga yang di rumah menginginkan agar anggota keluarganya yang bekerja, baik dalam perjalanan menuju maupun pulang dari tempat kerja, serta di tempat kerja semuanya selamat," ujarnya di lokasi.

Selain harus diperhatikan oleh setiap pengusaha yang mempekerjaan seseorang, menurut Anies, perwujudan K3 juga menjadi tanggung jawab pemerintah.

Pagi-pagi Betrand Peto Minta Ini ke Sarwendah saat Sarapan, Istri Ruben Onsu Menghela Napas

Mobil Mewah Rusak Terendam Banjir Penuhi Bengkel BMW di Jakarta Selatan

Untuk itu, ia berkomitmen untuk menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama pihaknya.

"Semua yang menyangkut resiko harus diantisipasi bersama oleh pekerja, pengusaha, dan oleh pemerintah," kata Anies.

"Sehingga semua resiko terindentifikasi bisa dicegah dan tidak menjadi kecelakaan atau ancaman membahayakan kesehatan bagi pekerja," tambahnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved