Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Sebut Jaring Sampah di Saluran Air Bekasi Jadi Penyebab Banjir

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipatif guna mengurangi dampak banjir pada musim penghujan

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Sebut Jaring Sampah di Saluran Air Bekasi Jadi Penyebab Banjir
Instagram Wakil Wali Kota Bekasi @mastriadhianto
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau lokasi saluran air di Jalan HM Joyomartono. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, mengatakan, pihaknya sejauh ini telah melakukan langkah-langkah antisipatif guna mengurangi dampak banjir pada musim penghujan.

Tri mengatakan, wilayah pada awal tahun telah dilanda banjir besar yang membuat hampir 70 persen Kota Bekasi terendam banjir.

Di Kota Bekasi, terdapat dua tipe banjir yang terjadi, pertama banjir karena disebab air kiriman dari Bogor yang meluap di Kali Bekasi kedua, banjir yang disebab hujan lokal.

Persija Jakarta Tolak Tawaran Uji Coba Lawan Klub La Liga Valencia, Ferry Paulus Ungkap Alasannya

Untuk penanganan banjir akibat luapan Kali Bekasi, sejauh ini pihaknya sudah berkordonasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian PUPR.

"Kami sudah berkordinasi, ada total 41 titik tanggul yang sudah diperbaiki dan kondisi sudah dalam keadaan normal seperti semula," kata Tri saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Jumat, (17/1/2020).

Sementara untuk penanganan banjir yang disebab hujan lokal. Tri mengaku sudah mengarahkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) untuk memeriksa kembali sistem saluran air.

Dari hasil pengamantanya, terdapat kendala saluran air yang tersumbat akibat tumpukan sampah.

"Saya juga mengunjungi beberapa titik penyebab terjadinya luapan air. Salah satunya di area pembangunan LRT, di Jl Joyo Martono, Margahayu," ungkap Tri.

"Jaring yang dipasang pada aliran bawah untuk tujuan menyaring sampah justru menjadi penyebab meluapnya air karena tumpukan sampah menghambat pergerakan air," terangnya.

"Saya sudah arahkan dinas terkait agar dibuatkan sistem pasang jaring yang dinamis, sehingga bisa dipasang dan dilepas otomatis. Saat musim penghujan, jaring baiknya dilepas, begitu sebaliknya," jelasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved