Ketimbang Bentuk Pansus, PPP Nilai Kasus Jiwasraya Lebih Efektif Diselesaikan Lewat Panja

Dia menegaskan bahwa PPP lebih memilih membentuk Panitia Kerja (Panja) ketimbang Panitia Khusus (Pansus).

KONTAN
Ilustrasi Jiwasraya 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengungkapkan pihaknya memiliki pandangan berbeda dengan Demokrat dan PKS dalam menyikapi dugaan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Dia menegaskan bahwa PPP lebih memilih membentuk Panitia Kerja (Panja) ketimbang Panitia Khusus (Pansus).

Hal ini guna menghindari kegaduhan politik yang berpotensi merugikan nasabah layaknya yang pernah terjadi pada Pansus Century.

"Kenapa kami lebih pilih Panja? Karena kami fokusnya ingin agar kasus ini tidak elemen politisnya dominan, padahal tujuan kita adalah pengembalian uang nasabah. Tentu kami hormati teman-teman Demokrat dan PKS untuk dibentuk Pansus, kan ada prosesnya kita musyawarah," tutur Arsul di Gedung DPR RI, Senin (20/1/2020).

Marwan Jafar Apresiasi Menteri BUMN Erick Thohir dan Jaksa Agung Serius Bongkar Korupsi Jiwasraya

Kemudian dikatakannya, dengan Panja bukan berarti pembahasan di DPR akan dilakukan secara ekslusif.

Dia menegaskan, justru dengan Panja persoalan akan diuraikan secara efektif dan terbuka kepada publik.

"Kami melihatnya kalau Pansus kan seringkali gaduhnya duluan muncul tapi output akhirnya nggak jelas. Jadi kita Panja, nggak tertutup sama sekali," ujarnya.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved