Kisah Jatuh Bangun Iskandar 15 Tahun Jualan Tape Demi Biaya Berobat Anak Penderita Gangguan Jiwa

Bermodalkan caping bambu, Iskandar (76) mendorong gerobak kayu berisikan tape dengan langkah yang tertatih.

Kisah Jatuh Bangun Iskandar 15 Tahun Jualan Tape Demi Biaya Berobat Anak Penderita Gangguan Jiwa
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Iskandar, penjual tape keliling sejak 15 tahun lalu di Bekasi, Senin (20/1/2020) 

"Awalnya saya melihat tukang kredit perabotan. Karena tekad kuat akhirnya saya bisa jadi penjual kredit. Saya hutangin ke tiap-tiap warga. Tapi pas krismon itu bangkrut semua. Kan kala itu harga mahal-mahal," sambungnya.

Bertahun-tahun jatuh bangun dengan bekerja serabutan, akhirnya di tahun 2005 ia memutuskan berjualan tape akibat modal yang tak mencukupi.

"Bukan menyerah, karena modal yang saya kumpulkan terus saja habis untuk kebutuhan istri dan 4 anak di kampung, akhirnya saya putuskan bekerja lagi sama orang," ungkapnya.

Saat ini, untuk satu kilogram tape yang dibawanya ia harus membayar sebesar Rp 5 ribu dan menyewa gerobak perhari seharga Rp 1.500.

"Tiap malam diantar ini tape dari Cijantung ke Bekasi. Sekitar 30-35 kg pasti dianter. Tapi biaya setoran saya ditambah karena saya pinjam gerobak ini. Kan hitungannya sewa juga," jelasnya.

Antarkan anak ke Dinsos

Iskandar, penjual tape keliling sejak 15 tahun lalu di Bekasi, Senin (20/1/2020)
Iskandar, penjual tape keliling sejak 15 tahun lalu di Bekasi, Senin (20/1/2020) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Di usia yang sudah senja, Iskandar mengungkapkan sangat ingin beristirahat.

Namun, keinginannya ini masih terhalang karena ia masih memiliki tanggungan istri, Oom Komala dan satu anak yang mengalami gangguan kejiwaan, Fatah Hermawan (35) yang perlu dibiayai.

Diceritakan Iskandar, satu diantara 4 anaknya mengalami gangguan kejiwaan sejak beberapa tahun lalu.

Usai lulus Sekolah Menengah Kejuruan, Fatah hanya sempat merasakan kerja beberapa bulan saja.

Halaman
123
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved