Kasus Korupsi

Vonis 2 Tahun Mantan Ketum PPP Romahurmuziy: Intervensi Mantan Menag, Vonis Dinilai Terlalu Rendah

Peneliti ICW menilai seharusnya majelis hakim bisa memberikan vonis lebih berat.

Vonis 2 Tahun Mantan Ketum PPP Romahurmuziy: Intervensi Mantan Menag, Vonis Dinilai Terlalu Rendah
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Ketum PPP Romahurmuziy 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN- Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy divonis dua tahun penjara.

Dia terbukti bersalah terkait dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama ( Kemenag) Jawa Timur.

Simak ringkasannya:

Romahurmuziy intervensi eks Lukman Hakim Saifuddin

Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta meyakini mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy mengintervensi mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin demi meloloskan mantan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Dalam pertimbangan terkait pasal penyertaan yang dibacakan hakim Rianto Adam Pontoh, majelis hakim meyakini bahwa ada kerja sama antara Romy dan Lukman dalam meloloskan Haris Hasanuddin selaku Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

"Perbuatan Terdakwa (Romy) mengintervensi dalam seleksi Jabatan Tinggi Pratama Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur agar Haris Hasanuddin dapat terpilih dan dilantik dalam jabatan tersebut," kata hakim Rianto di persidangan, Senin (20/1/2020).

Menurut hakim, intervensi tersebut dilakukan Romy kepada Lukman selaku Menteri Agama.

Sebab, Lukman Hakim merupakan pemegang kekuasaan dalam pengangkatan dan pemberhentian pejabat di lingkungan Kemenag.

"Intervensi tersebut apabila dihubungkan dengan kedudukan Terdakwa sebagai anggota DPR sekaligus ketua partai dimana Lukman Hakim Saifuddin merupakan juga anggota partai sedangkan Terdakwa adalah ketua umum partainya," ujar hakim Rianto.

Halaman
1234
Penulis: erik sinaga
Editor: Suharno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved