Marwan Ja'far Dukung Opsi Holding dan Dividen BUMN Untuk Tangani Jiwasraya

"Holding bisa mendatangkan cashflow sampai Rp7 triliun," kata Marwan kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).

Marwan Ja'far Dukung Opsi Holding dan Dividen BUMN Untuk Tangani Jiwasraya
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Anggota Komisi VI DPR RI, Marwan Ja'far, mengunjungi markas Redaksi Tribunnews, Jakarta, yang disambut General Manager Newsroom Tribun Network Feby Mahendra Putra dan para awak Tribunnews, Kamis (15/1/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI, Marwan Ja'far mendukung opsi holding dan dividen dalam menyelesaikan perkara Jiwasraya.

Hal ini disampaikannya sehubungan dengan semakin mendesaknya penyelesaian kasus ini.

"Holding bisa mendatangkan cashflow sampai Rp7 triliun," kata Marwan kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).

Dengan opsi holding, menurut Marwan, pemerintah bisa mengembalikan dana nasabah secara bertahap.

Tanggungan polis nasabah Jiwasraya per Desember 2019 sudah mencapai Rp12,4 triliun.

Sementara opsi dividen BUMN menurut Marwan bisa membantu menyehatkan Jiwasraya dengan memanfaatkan laba BUMN lain.

Ia mengibaratkan hal ini sebagai gotong royong antar BUMN.

Saat ini Jiwasraya membutuhkan dana segar sebesar Rp 16,13 triliun demi meningkatkan likuiditas perseroan hingga tahun depan bisa terselesaikan.

Selain itu, Jiwasraya membutuhkan dana segar hingga Rp 32,89 triliun demi menaikkan rasio kecukupan modal sesuai standar minimal, yakni 120% dari modal minimum berbasis risiko (MMBR).

Saat ini, rasio kecukupan modal Jiwasraya minus 805%.

Kasus Jiwasraya bermula dari kegagalan pembayaran polis nasabah JS Saving Plan sebesar Rp802 miliar pada Oktober 2018.

Hal ini diketahui setelah Jiwasraya mengirimkan surat kepada bank mitra yang memasarkan produk Saving Plan pada Oktober 2018 lalu.

Dalam suratnya, Jiwasraya menyampaikan penundaan pembayaran klaim sebesar Rp802 miliar dan menawarkan kepada nasabah untuk memperpanjang jatuh tempo polis dengan kompensansi bunga 7,5%, dan 5% ke nasabah yang tidak mau.

Hingga akhirnya pada 16 Desember lalu, pimpinan Jiwasraya menyerah untuk memenuhi klaim polis nasabah yang mencapai Rp12,4 triliun pada Desember 2019.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved