Breaking News:

Siswa SMA yang Bunuh Begal Dituntut 1 Tahun Pembinaan Untuk Pasal Penganiayaan

Tidak ada tuntutan untuk pasal pembunuhan berencana dalam persidangan yang berlangsung cepat di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen itu

Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJATIM.COM
Cerita Sebenarnya Siswa Bunuh Begal di Malang 

TRIBUNJAKARTA.COM, MALANG- Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya menuntut ZA, siswa SMA yang tersandung kasus pembunuhan seorang begal di Malang dengan tuntutan satu tahun pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), Selasa (20/1/2020) .

Tidak ada tuntutan untuk pasal pembunuhan berencana dalam persidangan yang berlangsung cepat di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen itu.

Dalam persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan itu JPU leboih menekankan pada pasal penganiayaan, bukan pasal pembunuhan.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada ZA berlangsung cepat.  usai.

Sidang sendiri hanya berlangsung cukup singkat yaitu dimulai pukul 15.25 dan berakhir pada pukul 15.39.

Sidang sendiri berlangsung di ruang sidang Tirta dan dilakukan secara tertutup.

Kuasa hukum ZA, Bhakti Riza mengungkapkan beberapa hal yang terjadi selama dalam persidangan tersebut.

"Tadi JPU dalam persidangan membacakan tuntutan kepada ZA serta menjelaskan terkait dakwaan primer, subsider dan yang lebih subsider.

Di mana JPU menyampaikan bahwa Pasal 340 dan Pasal 338 tidak terbukti di kasus ZA tersebut namun pihak JPU ingin membuktikan Pasal 351 ayat 3 terkait penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dengan ancaman hukuman pidana penjara tujuh tahun," ujarnya kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM) usai persidangan, Selasa (21/1/2020).

Namun ia menjelaskan oleh pihak JPU, ZA hanya dituntut satu tahun pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam di Wajak, Kabupaten Malang.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved