Pelajar SMA Pembacok Pelajar Ditangkap

SMAN 60 Jakarta Tidak Berikan Bantuan Hukum ke Siswanya yang Bacok Pelajar

SMA Negeri 60 Jakarta memastikan tidak akan memberi bantuan hukum kepada siswanya yang membacok.

TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
SMAN 60 Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - SMA Negeri 60 Jakarta memastikan tidak akan memberi bantuan hukum kepada siswanya berinisial MRF yang terlibat tawuran hingga membacok seorang pelajar.

Kepala SMAN 60 Jakarta Bahari Lubis mengatakan, pihak sekolah hanya membantu proses penyelidikan kasus ini.

"Dari sekolah tidak menyiapkan pengacara. Sekolah pasti ada keterbatasan," ujar Bahari di Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020).

Ia menambahkan, SMAN 60 bakal kooperatif jika polisi membutuhkan keterangan lebih lanjut.

"Keterangan yang kita sampaikan juga apa adanya. Jangan sampai kita beropini, kita kan nggak tahu," ujarnya.

Aksi pembacokan terhadap Redondo Putra Mossad (16) bermula dari tawuran dua kelompok pelajar.

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Prayitno mengatakan, kedua kelompok berasal dari SMA Negeri 55 Duren Tiga dan SMA Negeri 60 Bangka yang bergabung dengan SMK Bhayangkari Ragunan.

Bentrok keduanya pecah di Jalan Pekayon 1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020) malam.

Peristiwa pembacokan terhadap Redondo juga terekam CCTV salah satu rumah warga.

Redondo terkapar dan bersimbah darah setelah menderita tiga luka bacok di punggungnya dan dilarikan ke RSUD Pasar Minggu.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved