Breaking News:

ZAP Beauty Index 2019 Sebut 45,4 Persen Wanita Indonesia Pakai Skincare Sebelum Usia 19 Tahun

ZAP Beauty Index 2019 mengungkapkan, sebanyak 45,4 persen perempuan di Indonesia sudah menggunakan skincare sebelum usia 19 tahun.

TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADHE LIANA
Yosanova Savitry selaku Chief Operation MarkPlus Institute, Selasa (21/1/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Selain makeup, produk skincare menjadi hal wajib yang dimiliki oleh hampir setiap wanita di Indonesia.

ZAP Beauty Index 2019 mengungkapkan, sebanyak 45,4 persen perempuan di Indonesia sudah menggunakan skincare sebelum usia 19 tahun.

"Sekarang ini kemauan dalam mengakses menikmati kecantikan itu beragam. Jadi, paling sering ke klinik beli make up itu bukan generasi lebih senior tapi justru yang muda. Generasi X lebih minim membeli produk kecantikan uniknya begitu," ujar Yosanova Savitry selaku Chief Operation MarkPlus Institute, selasa (21/1/2020).

ZAP Clinic, melakukan riset terhadap 6.460 responden perempuan di Indonesia sepanjang Juli hingga September 2019 di 35 kota.

Hasilnya, dari Generasi X usia 45 tahun hingga 65 tahun, Generasi Y usia 23 tahun hingga 44 tahun, dan Generasi Z usia 13 hingga 22 tahun, generasi muda atau Gen Z justru cenderung lebih peduli dengan perawatan kecantikan dibandingkan generasi X dan Y.

"Bahkan generasi Z sudah mulai menggunakan krim anti aging mulai usia 13 tahun," kata dia.

Memiliki minat yang besar akan produk kecantikan, Gen Z menggunakan hampir seluruh pendapatannya atau uang sakunya untuk melakukan perawatan di produk kecantikan.

Berbeda dengan Gen Z, Gen Y justru hanya menggunakan sekitar 30 persen pendapatannya untuk melakukan perawatan. Sementara Gen X hanya kurang dari 5 persen saja.

Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari kecanggihan teknologi dan faktor sosial media.

"Generasi Z sangat terpapar sosial media. Apa yang dilakukan influencer pasti dilakukan. Orang zaman sekarang gampang, membandingkan dengan sosmed. Menyatukan human dan technology semakin terpapar semakin bisa compare dan spend ke kecantikannya juga besar," beber dia.

Sosial Media, memiliki dampak yang cukup berpengaruh bagi gaya hidup generasi masa kini.

Faktanya, anak-anak Generasi Z usia 13 hingga 22 tahun banyak yang mengacu kepada sosial media sehingga mereka lebih percaya dengan berbagai informasi yang tertuang dalam sosial media. Khususnya dalam perawatan kecantikan.

"Dahulu mungkin kalau udah kerja baru ke klinik kecantikan, sekarang itu udah sekitar 19 tahun berarti itu kan masih kuliah, udah ke klinik kecantikan. Pakai skincarenya dari 13 tahun. Mereka lebih percaya influencer," paparnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved