Cabai Rawit Tembus Rp 85 Ribu Per Kg, Pedagang Pasar Induk: Naiknya Cepat, Turun Lama

Lonjakan harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur yang sejak akhir tahun 2019 terjadi belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Cabai Rawit Tembus Rp 85 Ribu Per Kg, Pedagang Pasar Induk: Naiknya Cepat, Turun Lama
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Lapak pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (22/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Lonjakan harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur yang sejak akhir tahun 2019 terjadi belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Aji (32), satu pedagang cabai mengatakan harga cabai rawit merah bahkan hari ini baru saja melonjak dari Rp 80 ribu jadi Rp 85 ribu per kilogram.

"Bisa jadi besok naik lagi, tergantung gimana kiriman barangnya bagaimana. Paling tinggi sekarang harga cabai rawit merah," kata Aji di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (22/1/2020).

Harga tersebut dipastikan kembali melonjak di pedagang tingkat kecil yang kini bahkan sudah mencapai Rp 90 ribu per kilogram.

Sementara harga cabai merah besar yang seharusnya berkisar di angka Rp 40 hingga Rp 45 ribu per kilogram naik jadi Rp 75 kilogram.

Menurutnya lonjakan harga akibat banyak petani di sejumlah wilayah gagal panen terdampak musim hujan dan pengaruh hari raya.

"Dari musim kemarau kemarin petani susah panen, terus naik pas mau Natal. Nah sekarang gagal panen karena musim hujan dan mau Imlek," ujarnya.

Akumulasi gagal panen akhir tahun 2019 dan pengaruh hari raya membuat pasokan cabai langka lalu berujung naiknya harga.

Hanya pasokan jenis cabai rawit hijau yang harganya berkisar Rp 35 ribu dan cabai hijau besar Rp 15 ribu per kilogram masih stabil.

"Kalau pembeli ya berkurang, biasanya belanja, 20 kilogram paling jadi 15 kilogram. Pedagang juga ngambil barang pas belanja berkurang," tuturnya.

Warga Sebut Lokalisasi di Rawa Bebek Sudah Berusia Sekitar Setengah Abad

Bacaan Lengkap Niat Puasa Senin Kamis & Manfaatnya untuk Kesehatan, Bisa Jadi Obat Stres!

Meski pembeli maklum karena lonjakan tak hanya terjadi di Jakarta, Aji dan pedagang lain berharap harga segera turun.

Pasalnya beda dengan lonjakan yang dalam hitungan jam bisa naik hingga Rp 10 ribu, turunnya harga cenderung lambat.

"Biasanya kalau harga sudah naik parah turunnya bertahap dan lama, paling turun Rp 2 ribu dulu. Enggak langsung turun Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu. Lama lah pokoknya," lanjut Aji.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved