Diklaim Rampung 84 Persen, Revitalisasi Monas Terancam Batal

Proyek revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) menuai polemik. Pemprov DKI Jakarta menyebut revitalisasi telah mencapai 84 persen.

Diklaim Rampung 84 Persen, Revitalisasi Monas Terancam Batal
KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI/CYNTHIA LOVA)
Kolase Lokasi Kantor PT Bahana Prima Nusantara dan Monas 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Proyek revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) menuai polemik.

Pasalnya, proyek tersebut menyebabkan ratusan pohon di sisi selatan Monas terpaksa ditebang.

Diketahui, proses pengerjaan revitalisasi Monas yang dilakukan oleh PT Bahana Prima Nusantara telah dimulai sejak November 2019 lalu.

Proses pengerjaan revitalisasi sisi selatan Monas itu pun disebut Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto telah mencapai 84 persen.

"Kurang lebih (proses pengerjaan revitalisasi Monas) 84 persen. Kalau itu kan tinggal finishing," ucapnya, Rabu (22/1/2020).

Meski proyek tersebut hanpir rampung, revitalisasi kawasan Monas ini terancam gagal.

Pasalnya, DPRD menuding Pemprov DKI Jakarta melanggar Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25/1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Dalam pertemuan antara Komisi D DPRD DKI Jakarta dan Dinas Citata, Pemprov DKI pun diminta menghentikan proyek revitalisasi itu hingga mendapat izin dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Jika tak mendapat izin tersebut, proyek revitalisasi Monas ini pun terancam batal. Padahal proses pengerjaanya sudah mencapai 84 persen dan telah mengorbankan ratusan pohon di kawasan itu.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved