Minim Alat Bukti, Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Pencurian 40 Laptop SMPN 33 Kota Bekasi

Polsek Bekasi Timur Polres Metro Bekasi Kota masih terus mendalami kasus pencurian 40 laptop milik SMPN 33 Bekasi yang raib digondol maling.

Minim Alat Bukti, Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Pencurian 40 Laptop SMPN 33 Kota Bekasi
TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Kapolsek Bekasi Timur Sutoyo 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWALUMBU - Polsek Bekasi Timur Polres Metro Bekasi Kota masih terus mendalami kasus pencurian 40 laptop milik SMPN 33 Bekasi yang raib digondol maling.

Kapolsek Bekasi Timur Kompol Sutoyo, mengatakan, minimnya alat bukti jadi kendala pihaknya melacak pelaku pencurian 40 unit laptop peruntukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tersebut.

"Untuk kesulitan enggak ada cuma yang menyulitkan kita adalah yang seharusnya ada CCTV tapi CCTV itu ternyata rusak," kata Sutoyo, Rabu (22/1/2020).

Sutoyo menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sebanyak enam orang saksi, keenamnya berasal dari pihak sekolah dan sekuriti perumahan.

"Kemarin kita juga sudah memeriksa ke satpam dan ke hansip apakah melihat kendaraan keluar atau segala macem, tapi masih kita dalami," jelas dia.

Adapun dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya menduga pelaku beraksi dengan cara meloncat pagar dan masuk ke dalam ruang kepala sekolah tempat menyimpan laptop.

"Di belakang itu ada tanah kosong, jumlah pelaku belum bisa kita pastikan karena masih liduk dibantu polres," paparnya.

Pada saat kejadian, tidak ada satu orang saksi yang benar-benar melihat, hal ini juga menyulitkan pihaknya dalam proses pengungkapan.

"Masih kita dalami juga (keterlibatan orang dalam), jejak sidik jari juga sedang kita dalami guna mengetahui identitas pelaku," tegasnya.

Halaman
1234
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved