Ratusan Warga Tanjung Priok Geruduk Kantor Kementerian Hukum dan HAM

Massa yang berjumlah ratusan orang itu rencananya bakal menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kemenkumham.

Ratusan Warga Tanjung Priok Geruduk Kantor Kementerian Hukum dan HAM
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Ratusan orang yang mengatasnamakan warga Tanjung Priok berunjuk rasa di depan Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Massa aksi mengatasnamakan warga Tanjung Priok tiba di kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Jalam Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Massa yang berjumlah ratusan orang itu rencananya bakal menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kemenkumham.

"Kita ada 500 motor yang berangkat dari Tanjung Priok," kata seorang peserta aksi.

Ratusan orang yang mengatasnamakan warga Tanjung Priok berunjuk rasa di depan Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).
Ratusan orang yang mengatasnamakan warga Tanjung Priok berunjuk rasa di depan Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Pantauan TribunJakarta.com, mayoritas massa aksi membawa atribut berupa bendera dan poster.

Mereka juga menyanyikan yel-yel dan meneriakkan nama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

"Priok bukan kriminal, Priok tidak miskin," teriak para peserta aksi di depan kantor Kemenkumham.

Sementara itu, puluhan petugas Kepolisian sudah berjaga untuk mengamankan unjuk rasa.

Mereka membentuk barikade di depan kantor Kemenkumham.

Sebelumnya, Yasonna ketika berkunjung ke Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta pada Kamis, 16 Januari 2020 mengatakan kemiskinan adalah sumber tindakan kriminal.

Politikus PDI Perjuangan itu mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua kawasan yang berbeda, yakni Menteng dan Tanjung Priok.

Yasonna Laoly meyakini jika anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal akan melakukan hal serupa di masa depan.

Data BPS terkait indeks Kerawanan keamanan dan ketertiban wilayah DKI Jakarta 2019 mengungkap bahwa Kelurahan Tanjung Priok 2019 berada di level lebih rendah dibanding Menteng, di mana Priok berada di angka 12,83 persen berbanding Menteng dengan angka 15,58 persen.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved