Bea Cukai Belum Periksa Eks Dirut Garuda terkait Kasus Penyeludupan Harley-Brompton

Kasus penyeludupan komponen Harley Davidson dan Brompton yang melibatkan eks Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak gedung Dirjen Bea dan Cukai di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (23/1/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Kasus penyeludupan komponen Harley Davidson dan Brompton yang melibatkan eks Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara bergulir di ranah pidana.

Penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Dirjen Bea dan Cukai sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus yang membuat Ari kehilangan jabatannya.

Namun Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat mengatakan hingga kini penyidik urung meneriksa Ari.

"Sampai hari ini yang dipanggil baru tiga orang, dan belum ada pemanggilan lebih lanjut (terhadap Ari)," kata Syarif di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (23/1/2020).

Meski tak membeberkan sosok tiga orang yang sudah diperiksa, status mereka saat ini dipastikan sebagai saksi bukan tersangka.

Dia menuturkan PPNS masih berupaya mengusut kasus tindak pidana sesuai yang diatur UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

"Bagaimana hasilnya kita masih belum tahu. Karena masih dalam proses penyedikan oleh teman-teman penyidik," ujarnya.

Perihal apakah penyidik bakal melakukan penahanan bila sudah menetapkan tersangka dalam kasus yang diperkirakan merugikan negara Rp 1,5 miliar.

Syarif menyebut masalah penahanan wewenang penuh PPNS Dirjen Bea dan Cukai dengan sejumlah pertimbangan tertentu.

Untuk sekarang dia hanya bisa memastikan PPNS Dirjen Bea dan Cukai menemukan dugaan tindak pidana dalam kasus Ari.

"Sampai dengan saat ini kita masih belum melakukan tindak penahanan karena kita memandang belum perlu atau tidak perlu dilakukan penahanan," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved