Berawal Dari Laporan Anak Hilang, Polres Metro Depok Bongkar Kasus Protitusi Anak Dibawah Umur

pengungkapan kasus ini bermula dari laporan adanya remaja putri berinisial SA (15) asal Kota Depok

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah ketika meminta keterangan dari korban dan pelaku.   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bekerja sama dengan Tim Srikandi Polres Metro Depok, berhasil mengungkap kasus prostitusi terselubung yang melibatkan anak dibawah umur.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan adanya remaja putri berinisial SA (15) asal Kota Depok yang hilang sejak akhir tahun 2019 silam.

Menindaklanjuti laporan anak hilang tersebut, petugas pun melakukan penyelidikan hingga didapat informasi SA berada di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Penyelidikan pun berbuah manis, SA ditemukan disebuah kamar dalam Apartemen Kalibata City, dengan sejumlah remaja putri lainnya dan tiga orang pria.

Hasil pemeriksaan, SA hendka dijadikan pekerja seks komersial seperti sejumlah wanita yangh ditemukan dalam kamar apartemen bersamanya.

 Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah menjelaskan, mula SA terjebak ke dalam dunia hitam itu berawal ketika dirinya berkenalan dengan seorang pria berinisial FD di sosial media.

Buntut dari perkenalan itu, SA pun diiming-imingi merayakan malam pergantian tahun 2020 di kawasan Pantai Anyer, Banten.

“Awal mulanya dia kenalan di medsos, diajak tahun baruan oleh FD. Dia (FD) bilang, ayo tahun baruan ke Anyer namun diajak ke apartemen di wilayah Kalibata,” ucap Azis di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Kota Depok Kamis (23/1/2020).

Hasil pemeriksaan lebih dalam, SA belum sempat dijajakan kepada para pria hidung belang, berbeda dengan sejumlah remaja putri lainnya yang telah beberapa kali melayani nafsu bejat pria hidung belang dengan tarif Rp 900 ribu untuk sekali kencan.

 “Di dalam kamar ada empat remaja putri termasuk SA. Rata-rata dibawah umur. Selama berada di apartemen kalau yang sudah biasa jadi PSK sudah melayani dua hingga empat tamu sehari. Kalau yang anak hilang tadi (SA) belum sempat jadi PSK karena berhasil kami selamatkan,” tambah Azis.

Azis berujar ke-tiga remaja putri yang ditemukan bersama SA dijajakan menggunakan sistem online sejak sekiranya empat hingga enam bulan yang lalu.

 “Dan anak hilang tadi itu juga rencana akan dieskploitasi secara ekonomi ataupun seksual namun berhasil digagalkan oleh tim Srikandi Polres Metro Depok. Tapi terhadap perempuan-perempuan yang sudah terlanjur ditawarkan akan kami dalam lebih lanjut,” kata Azis.

Terakhir, Azis mengatakan FD dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan penjara diatas 10 tahun lamanya.

“Barang bukti yang berhasil kami amankan satu unit handphone, kasusnya tengah kami dalami bekerjasama dengan Polres metro Jakarta Selatan,” katanya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved