Jumlah Penumpang LRT Menurun Hampir Separuh Setelah Tak Gratis

Penumpang moda transportasi umum LRT Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading merosot semenjak tarif komersial diberlakukan.

Jumlah Penumpang LRT Menurun Hampir Separuh Setelah Tak Gratis
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Uji dinamis moda transportasi light rail transit (LRT) di Stasiun Kelapa Gading Boulevard Jakarta Utara, Minggu (15/7/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Penumpang moda transportasi umum light rail transit (LRT) Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading merosot semenjak tarif komersial diberlakukan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penumpang LRT Jakarta menurun setengahnya dibandingkan pada saat uji coba secara gratis.

"LRT memang sekarang ada penurunan ridership setelah dinyatakan berbayar. Sekarang (penumpang) di kisaran 4.000 (per hari), saat uji coba sekitar 7.000-8.000 (penumpang)," ujar Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Syafrin berujar, pendeknya rute LRT Jakarta menjadi alasan penumpang turun.

Masyarakat lebih memilih moda transportasi lain.

"LRT karena masih (panjang rutenya) baru 5,8 kilometer dan coverage area otomatis juga terbatas, jadi mungkin masyarakat lebih memilih moda lain dalam bertransportasi," kata dia.

Pemprov DKI Jakarta akan terus mengevaluasi penyebab turunnya penumpang moda transportasi umum milik badan usahanya itu.

Pemprov DKI akan memperbanyak integrasi LRT Jakarta dengan moda transportasi umum lainnya untuk meningkatkan jumlah penumpang.

Pembangunan LRT fase dua rute Kelapa Gading-Jakarta International Stadium juga akan dipercepat untuk memperpanjang rute LRT Jakarta dan meningatkan jumlah penumpang.

"Kami akan terus evaluasi karena target ridership-nya 14.000 (penumpang per hari)," ucap Syafrin.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved