Pengacara Ayah SN Sampaikan Dugaan Bully di Sekolah, Begini Hasil Penyelikan Polisi

Informasi dugaan perundungan lalu disampaikan kakak tertua SN ke kliennya

Pengacara Ayah SN Sampaikan Dugaan Bully di Sekolah, Begini Hasil Penyelikan Polisi
TribunJakarta/Bima Putra
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi saat menunujukkan barang bukti jaket yang dikenakan Bahrudin saat beraksi, Selasa (21/1/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Motif siswi SMPN berinisial SN (14) bunuh diri dengan cara lompat dari lantai 4 gedung sekolahnya pada Selasa (14/1/2020) masih misteri.

Pengacara Dinar Ariefianto, Defrizal Djamaris mengatakan anak dari kliennya itu diduga jadi korban perundungan sejumlah teman di sekolah.

Namun Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi menuturkan hingga kini penyelidikan tak mendapati SN jadi korban perundungan.

"Hasil penyelidikan yang kita lakukan sejauh ini di sekolah enggak ada perundungan terhadap korban," kata Arie saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (23/1/2020).

Sebanyak 12 saksi dari pihak keluarga, guru, teman sekolah SN sudah diperiksa penyelidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur.

Meski tak gamblang menyebut ada saksi yang belum diperiksa, Arie menuturkan pemeriksaan saksi masih berlangsung.

"Sampai sekarang kita masih proses pemeriksaan saksi, keterangan yang ada harus diuji supaya tidak salah menyimpulkan," ujarnya.

Sebelumnya, Defrizal menyampaikan dugaan SN jadi korban perundungan berdasarkan informasi yang disampaikan kakak SN.

WNA AS Selundupkan Brownies Ganja, Lolos di Bandara Soekarno Hatta Hingga Ditangkap di Pesanggrahan

Ramal Kriss Hatta & Zaskia Gotik Pakai Kartu Tarot, Denny Darko Beberkan Potensi Hubungan Keduanya

Wanita Ini Masih Jajakan Dirin Meski Hamil 9 Bulan, Satpol PP Langsung Menciduknya

Informasi dugaan perundungan lalu disampaikan kakak tertua SN ke kliennya yang sudah tidak tinggal bersama SN.

"Korban pernah curhat ke kakaknya mengenai perundungan di sekolah. Tapi mungkin bukan perundangan fisik. Perundungan verbal, ini yang lagi digali kepolisian, apa motifnya," tutur Defrizal, Selasa (21/1/2020).

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved