Breaking News:

Polisi Ingatkan, Pelajar yang Ikut Tawuran Dipersulit Peroleh SKCK

Namun, lanjut dia, banyak pelaku tawuran yang masih di bawah umur sehingga proses hukumnya tidak sampai ke tahap persidangan.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bastoni Purnama saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bastoni Purnama mengatakan pelajar yang terlibat tawuran akan sulit mendapat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

"Ketentuannya seperti itu. Ketika pelaku kena pidana kemudian inkrah dan punya kekuatan hukum, otomatis dia tidak boleh dapat SKCK," kata Bastoni saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Namun, banyak pelaku tawuran yang masih di bawah umur sehingga proses hukumnya tidak sampai ke tahap persidangan.

Bastoni mengatakan, pelaku tawuran yang masih di bawah umur lebih sering mendapat pembinaan karena berbagai alasan.

"Ada pertimbangan yang lebih besar. Pertama dia sekolah, kemudian ada jaminan dari orangtua dan sekolahnya," ujar dia.

Di sisi lain, ia berharap pihak sekolah bertindak tegas jika siswanya terlibat tawuran.

"Sekolah harus memberikan sanksi, apakah itu dikeluarkan, turun kelas, dan sebagainya," tutur Bastoni.

Sebelumnya pada Jumat (17/1/2020) lalu, bentrok antarkelompok pelajar mengakibatkan satu orang mengalami luka berat.

Redondo Putra Mossad, pelajar berusia 16 tahun, menderita luka di bagian punggung setelah terkena sabetan celurit.

Ia pun harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved