BNNP DKI Jakarta Gagalkan Transaksi Narkoba Seberat 1.005 Gram

Pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta mengamankan empat bandar narkoba.

BNNP DKI Jakarta Gagalkan Transaksi Narkoba Seberat 1.005 Gram
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Empat tersangka pembawa narkoba jenis sabu-sabu, saat konferensi pers di kantor BNNP DKI Jakarta, Kamis (23/1/2020). 
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG
 - Pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta mengamankan empat bandar narkoba.
Kepala BNNP DKI Jakarta, Tagam, mengatakan empat orang ini berinisial JML (32), SAB (47), NDR (40), dan IHM (22).
Tagam menyatakan, keempat pelaku berhasil diringkus di terminal bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada pukul 19.30 WIB, Jumat (10/1/2020).
"Kejadiannya pukul 19.30 WIB, di terminal bus Kampung Rambutan. Sekarang berhasil kami amankan," kata Tagam, saat konferensi pers di kantor BNNP DKI Jakarta, Jalan Tanah Abang II, Kamis (23/1/2020).
Dari tangan pelaku, lanjutnya, BNNP DKI mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 1.005 gram.
"Kami amankan barang bukti sabu-sabu seberat 1.005 gram," ujar Tagam.
Selain itu, enam ponsel dari tangan para pelaku juga diamankan.
Kini keempat pelaku berstatus tersangka dan dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1), Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009.
Kata Tagam, pasal-pasal tersebut menyatakan tentang narkotika.
"Para tersangka dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat enam tahun," jelas Tagam.
"Paling lama 20 tahun pidana dan denda maksimum Rp 10 miliar ditambah se-per tiga," tutup Tagam.

Satu dari Empat Bandar Sebagai Sopir Bus di Medan

Empat bandar narkoba berhasil diamankan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta.

Kepala BNNP DKI Jakarta, Tagam, mengatakan empat pelaku berinisial JML (32), SAB (47), NDR (40), dan IHM (22).

Tagam menyebut satu dari empat ini bekerja sebagai sopis bus Sempati Star dari Medan tujuan Jakarta.

"SAB yang bekerja sebagai sopir bus Sempati Star dari Medan menuju Jakarta," kata Tagam, saat konferensi pers di kantor BNNP DKI Jakarta, Jalan Tanah Abang II, Kamis (23/1/2020).

Tagam pun membeberkan peran JML, NDR, dan IHM saat melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu dari Medan sampai ke Jakarta.

Tagam menjelaskan, JML berperan sebagau penerima titipan narkoba sabu-sabu untuk disimpan di dalam bus yang dikemudikan SAB.

Menyoal NDR, Tagam menyatakan berperan sebagai orang yang menitipkan narkoba ini untuk dikirim ke Jakarta melalui bus yang dikemudi SAB.

"Nah, IHM adalah orang yang berperan sebagai penerima narkoba ini di terminal bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur," ucap Tagam.

Tagam menyatakan, keempat pelaku berhasil diringkus di terminal bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada pukul 19.30 WIB, Jumat (10/1/2020).

"Kejadiannya pukul 19.30 WIB, di terminal bus Kampung Rambutan. Sekarang berhasil kami amankan," kata Tagam, saat konferensi pers di kantor BNNP DKI Jakarta, Jalan Tanah Abang II, Kamis (23/1/2020).

Dari tangan pelaku, lanjutnya, BNNP DKI mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 1.005 gram.

"Kami amankan barang bukti sabu-sabu seberat 1.005 gram," ujar Tagam.

Selain itu, enam ponsel dari tangan para pelaku juga diamankan.

Kini keempat pelaku berstatus tersangka dan dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1), Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009.

Kata Tagam, pasal-pasal tersebut menyatakan tentang narkotika.

"Para tersangka dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat enam tahun," jelas Tagam.

"Paling lama 20 tahun pidana dan denda maksimum Rp 10 miliar ditambah se-per tiga," tutup Tagam.


Kronologi Lengkap Penangkapan 4 Bandar Narkoba

Pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta berhasil amankan empat bandar narkoba.

Kepala BNNP DKI Jakarta, Tagam, mengatakan empat orang ini berinisial JML (32), SAB (47), NDR (40), dan IHM (22).

menceritakan kronologi lengkap ihwal penangkapan mereka, di terminal bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Tepatnya pada Jumat (10/1/2020), sekira pukul 14.00 WIB, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP DKI mendapat informasi dari BNNP Banten.

Informasi tersebut menyatakan tentang adanya pengiriman narkotika jenis sabu, menggunakan bus dari Medan, Sumatra Utara.

Dijelaskan Tagam, bus tersebut akan menuju ke terminal bus Kampung Rambutan.

Lantas, personel Bidang Pemberantasan BNNP DKI melakukan penyelidikan.

Caranya, yakni melakukan investigasi ihwal bus yang dikendarai satu dari empat bandar narkoba tersebut.

Pada hari yang sama, sekira pukul 15.00 WIB, personel BNNP DKI mencurigai kondektur dan sopir dari Medan, yakni JML dan SAB.

Karena curiga dan penasaran, JML dan SAB akhirnya diringkus tim BNNP DKI Jakarta sekira pukul 19.30 WIB.

"Dari tangan pelaku ditemukan sabu-sabu seberat 1.005 gram yang dibungkus dengan plastik teh hijau," kata Tagam, saat konferensi pers di kantor BNNP DKI, Jalan Tanah Abang II, Kamis (23/1/2020).

Kemudian, BNNP DKI pun melakukan pengembangan sehingga akhirnya NDR dan IHM berhasil diamankan, di tempat yang sama.

Kini keempat pelaku berstatus tersangka dan dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1), Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009.

Kata Tagam, pasal-pasal tersebut menyatakan tentang narkotika.

"Para tersangka dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat enam tahun," jelas Tagam.

"Paling lama 20 tahun pidana dan denda maksimum Rp 10 miliar ditambah se-per tiga," tutup Tagam.

Modus Simpan Sabu-sabu di dalam Plastik Teh 

Pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta mengamankan empat bandar narkoba.

Keempatnya yakni berinisial JML (32), SAB (47), NDR (40), dan IHM (22).

Kepala BNNP DKI Jakarta, Tagam, menyatakan modus pelaku yakni menyimpan narkoba di dalam plastik teh hijau.

Narkoba jenis sabu-sabu ini, lanjutnya, seberat 1.005 gram.

"Modus pelaku untuk mengelabui petugas, yaitu menyimpan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1.005 gram ini dimaksukan ke dalam plastik teh hijau," kata Tagam, saat konferensi pers, di kantor BNNP DKI Jakarta, Jalan Tanah Abang II, Kamis (23/1/2020).

Kendati begitu, usaha para bandar narkoba ini tetap ketahuan BNNP DKI Jakarta.

Menurut Tagam, narkoba tersebut hendak dipasarkan di wilayah ibu kota Jakarta.

Sebab, menurutnya, DKI Jakarta menjadi wilayah yang empuk bagi pengedar narkoba guna melakukan jual-beli.

"Di Jakarta, total ada titik merah ini sebanyak 117," ujar Tagam.

Namun, Tagam tak menyebut detail di kawasan mana saja.

Sementara itu, Tagam menyatakan para bandar narkoba ini mendapat barangnya dari Cina.

"Ini dari Cina, lalu diselundupkan ke Medan, hingga akhirnya mereka memilih untuk ke Jakarta," kata Tagam.
Di Indonesia, DKI Jakarta Menjadi Kota Peringkat Pertama Peredaran Narkoba
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI, Tagam, mengatakan kota Jakarta menjadi peringkat pertama wilayah peredaran narkoba.
Kota DKI Jakarta, kata Tagam, memiliki 117 kawasan rawan pengedaran narkoba.
Tagam mengatakan angka tersebut paling tertinggi di Indonesia.
"Jadi, ada 654 kawasan narkoba di seluruh Indonesia, Jakarta itu ada 117 kawasan," kata Tagam, saat diwawancarai Wartawan, di kantor BNNP DKI, Jalan Tanah Abang II, Kamis (23/1/2020). 
"Jakarta jadi nomor satu di seluruh Indonesia," lanjutnya.
Dari 117 titik rawan pengedaran narkoba, kata Tagam, pihak BNNP DKI telah memeriksa delapan tempat hiburan malam.
Kendati begitu, Tagam tak menyebut jelas ihwal delapan tempat hiburan tersebut.
"Hal pasti, kami sudah sambangi delapan tempat hiburan di Jakarta," ujar Tagam.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved