DPRD DKI Jakarta Nilai Alat Deteksi Banjir Karya SMK Gowa Lebih Rasional dari Toa Anies Baswedan

PEMPROV DKI Jakarta berencana pakai toa alias pengeras suara buatan Jepang untuk sistem peringatan dini kebencanaan yang dioperasikan oleh petugas.

DPRD DKI Jakarta Nilai Alat Deteksi Banjir Karya SMK Gowa Lebih Rasional dari Toa Anies Baswedan
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Alat peringatan dini banjir berupa toa yang dipasang di Pos RW 07 Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (20/1/2020) 

TRIBUNJAKARTA.COM - PEMPROV DKI Jakarta berencana pakai toa alias pengeras suara buatan Jepang untuk sistem peringatan dini kebencanaan yang dioperasikan oleh petugas.

DPRD DKI Jakarta khawatir alat itu tidak bekerja, jika petugas yang mengoperasikannya justru kena banjir.

Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah menilai, gong karya siswa SMK 3 Gowa yang diinisiasi mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo, lebih rasional dibanding toa pilihan Pemprov DKI.

Gong tersebut berfungsi sebagai alat pendeteksi tsunami, dan diklaim lebih unggul mendeteksi bencana, khususnya banjir.

"Ya karya siswa itu lebih rasional. Kalau pakai TOA itu kan dilakukan petugas."

"Nah, kalau petugasnya sendiri kena banjir gimana?" ucap Ida Mahmudah, Kamis (23/1/2020).

Ida sendiri mengaku pernah mengusulkan alat karya anak bangsa ini ke Pemprov DKI sebagai alat pendeteksi banjir.

Tapi usulan itu tidak mendapat respons Pemprov DKI. Alasannya, karena alat yang punya fungsi serupa sudah dimiliki.

"Kami usul itu ketika terjadi tsunami di Pandeglang, Banten, beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Adapun kegunaan alat karya SMK 3 Gowa ini berfungsi mendeteksi tekanan atau suhu udara.

Halaman
1234
Editor: Suharno
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved