Janda 1 Cucu Menangis Divonis Hakim 4 Tahun 6 Bulan, karena Konsumsi dan Edarkan Sabu dengan Kekasih

Dalam tangisnya, Warga Jalan Delitua, Kecamatan Deli Tua, Kota Medan ini meminta keringanan, dan mengaku memiliki cucu yang masih kecil.

Janda 1 Cucu Menangis Divonis Hakim 4 Tahun 6 Bulan, karena Konsumsi dan Edarkan Sabu dengan Kekasih
TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap
Rusdiana, Janda 40 tahun pengguna sekaligus pengedar sabu diadili di Pengadilan Negeri Medan, Rabu(8/1/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN - Rusdina (40) menangis di depan majelis hakim, setelah divonis hukuman 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 800 juta.

Vonis itu diberikan oleh hakim Sapril Batubara, di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/1/2020).

Dalam tangisnya, Warga Jalan Delitua, Kecamatan Deli Tua, Kota Medan ini meminta keringanan, dan mengaku memiliki cucu yang masih kecil.

"Pak Hakim, tolonglah saya. Saya janda, dan saya masih memiliki cucu," ujar Rusdiana di hadapan hakim.

Mendengar permohonan dari Rusdiana, hakim ketua Sapril Batubara menanggapinya dengan celotehan khas dirinya.

"Janganlah menangis."

"Enggak sanggup saya melihat orang menangis, nanti saya bisa menangis juga," selorohnya.

Di tengah jalannya sidang, hakim Sapril Batubara baru mengingat terdakwa di depannya menggunakan sabu dengan sang pacar di kontrakan miliknya.

"Kau kan yang nenek-nenek yang pakai sabu sama pacarmu di kos-kosan itu kan?" Tanyanya.

Selepas itu ia juga menceramahi Rusdina agar tidak menggunakan sabu lagi.

"Kau itu udah nenek-nenek, enggak malu kau di lihat cucumu? Wedok kok nyabu," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved