Breaking News:

Bayi 1 Tahun Nangis Kesakitan Akibat Ulah RY, Penyebabnya Buat Keluarga Korban Lapor Polisi

Pria berusia 22 tahun di Sambas, Kalimantan Barat tega melakukan hal tak terpuji kepada bayi berusia 1 tahun.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Muji Lestari
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pria berusia 22 tahun dan sudah beristri di Sambas, Kalimantan Barat tega melakukan hal tak terpuji kepada bayi berusia 1 tahun.

Pria berinisial RY itu membuat bayi tersebut menangis kesakitan.

Awalnya bayi berusia 1 tahun itu bersama ibunya bermain ke rumah mertua RY.

Antara ibu bayi dan mertua RY kebetulan bertetangga.

Saat bayi berusia 1 tahun itu berada di rumah RY, RY lantas menggendongnya dan membawa ke ruang tamu.

Namun tiba-tiba, bayi malang itu menangis.

Ibu korban dan mertua RY yang berada di ruangan rumah berbeda sontak kaget.

Mereka bertanya kepada RY apa penyebab bayi 1 tahun itu serta merta menangis.

Hamil Anak ke-5, Ussy Sulistiawaty Sontak Dikatakan Ini oleh Dokter saat Periksa Kandungan

Namun RY mengaku tak tahu penyebab si bayi menangis.

Rupanya penyebab bayi malang tersebut menangis adalah karena kelakukan tak senonoh RY.

"Beberapa saat setelah digendong, tersangka menggunakan jarinya menyentuh alat vital korban," kata Kapolres Sambas AKBP Robertus Bellarminus Herry Ananto Pratikno melalui Kasatreskrim AKP Prayitno, Kamis (23/1/2020).

Anak Diperkosa Ayah Kandung saat Pisah Ranjang dengan Suami, Pelaku: Saya Minta Maaf

Karena RY menjawab tak tahu alasan bayinya menangis, ibu korban langsung membawanya ke puskesmas terdekat.

Hasil pemeriksaan dinyatakan organ vital korban dalam keadaan luka robek.

"Ibu korban kemudian berunding bersama keluarga dan memutuskan melaporkan kasus tersebut ke kepolisian," ucap Prayitno.

RY ditangkap aparat Polres Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (22/1/2020) atas dugaan pencabulan anak.

Ilustrasi Pelecehan Anak.
Ilustrasi Pelecehan Anak. (alghad)

Dalam penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan bukti yang mengarahkan kepada RY.

Sehingga kepolisian menetapkan RY sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Atas perbuatannya, tersangka RY dijerat dengan Pasal 82 Ayat 2 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Cabuli bayi 16 bulan

Kejadian serupa lainnya, nasib tragis menimpa seorang bayi berusia 16 bulan di Tasikmalaya.

Ia tetiba menangis saat ditinggalkan sang ibu ketika sedang beres-beres rumah.

Saat itu, ibu korban sedang melakukan persiapan pindah rumah.

Ibu korban lantas meninggalkan bayinya sebentar saat dirinya tengah bersiap.

Sementara suami atau ayah korban tengah bekerja serabutan.

 

Bayi 16 bulan itu ditinggalkan di kamarnya bersama seorang pria dewasa yang masih satu keluarga.

Namun tak lama berselarang, bayi 16 tahun itu tetiba menangis.

Sang ibu lantas menggendong korban hingga kemudian melihat ada darah.

Asisten Beberkan Perilaku Nagita Slavina di Kamar saat Hendak Tidur, Merry: Namanya Bukan Muhrim

"Ternyata korban menangis dan dari kemaluannya keluar darah," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Selasa (21/1/2020).

Sontak hal itu membuat ibu korban terkejut dan panik.

Sang ibu yang panik membawa anaknya kepada seorang tetangganya.

Tak Sengaja Lihat Ini di Bagian Tubuh Nikita Mirzani, Komedian Bedu Kaget: Buset Dah Cewek

"Di situ diperiksa, ternyata darah itu memang keluar dari dalam kemaluan korban," sambungnya.

"Kami yang mendapat laporan kejadian itu, langsung melakukan pendampingan," kata Ato Rinanto.

Bayi 16 bulan itu lansung dibawa ke RSU SMC Singaparna untuk mendapatkan perawatan sekaligus visum.

Latihan untuk Persiapan Konser Tunggalnya, Ayu Ting Ting Ternyata Ketakutan Diminta Lakukan Ini

Diamuk massa

Ibu bayi 16 bulan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Tasikmalaya kota.

Ibunda Tak Percaya Putranya Bunuh Hakim Jamaluddin: Anak Saya Penyayang, Bunuh Binatangpun Tak Tega

Saat melapor ke kepolisian orang tua korban terus berkoordinasi dengan KPAID untuk menempuh jalur hukum selanjutnya.

Warga menduga bayi 16 bulan tersebut jadi korban pencabulan keluarga dekatnya.

Ussy Sulistiawaty Positif Hamil Anak ke-5, Andhika Pratama Tunjukan Reaksi Tak Biasa: Are You Ready?

Meski tak ada saksi mata, warga di lingkungan korban menghakimi lelaki tersebut.

Hingga kini, pria 35 tahun itu diamankan oleh keluarganya dari amukan massa.

Hasil visum

Kepala Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro menyebutkan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan seusai orangtua korban melapor ke Kepolisian.

Peristiwa ini terjadi Senin (13/1/2020) di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Taksikmalaya.

Follow juga:

Hasil visum dan pemeriksaan medis diduga alat kelamin bayi tersebut masuk benda tumpul.

"Kita telah menerima laporan. Saat ini masih lidik," jelas Dadang dikutip TribunJakarta dari Kompas, Rabu (22/1/2020).

Disembunyikan keluarga

Saat ini lelaki yang dilaporkan tersebut masih belum ditangkap kepolisian.

Sebab posisinya masih disembunyikan keluarganya untuk menghindari amukan warga sekitar.

"Korban sempat dirawat jalan di rumah sakit setelah menjalani pemeriksaan beberapa hari seusai kejadian," kata Ato Rinanto.

"Sekarang korban sudah dibawa pulang ke kediaman orangtuanya," sambungnya.

(Tribunjakarta/Kompas/TribunJabar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved