Breaking News:

Tak Biasa Nenek Nurhayati Sayang Berlebih, 2 Bulan Kemudian Tengkorak dan Tulang Cucunya Ditemukan

Setelah membunuh siswi SMA langganan angkotnya, Yo masih sempat makan dan ngopi. Sang nenek rasakan ini sebelum cucunya menghilang.

Editor: Y Gustaman
Kompas.com/Firmansyah
Polisi mengevakuasi korban Astrid di Jembatan Air Merah, Rejang Lebong, Bengkulu. 

"Setelah itu, kemudian korban langsung dibawa ke Jembatan Sungai Air Merah tempat korban dibuang," paparnya.

Pelaku akan dijerat dengan UU Perlindungan Anak serta sejumlah pasal lainnya.

Salah satunya Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan.

Saat ditampilkan jajaran Polres Rejang Lebong, Yo mengaku nekat membunuh korban karena ingin mengambil motornya.

Kemudian, ia melepas seluruh baju Astrid bukan karena ingin mencabuli korban yang sudah meninggal.

Namun, takut ada sidik jarinya yang menempel di tubuh korban.

"Rencananya uang hasil penjualan motor korban tersebut akan saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ucap Yo.

Keluarga Tak Yakin

Pihak keluarga sangsi jika tengkorak kepala dan tulang belulang yang ditemukan di  Jembatan Air Merah adalah Astrid.

"Saya belum yakin kalau tengkorak yang ditemukan itu adalah Astrid dan mudah-mudahan bukan Astrid," kata Nurhayati, nenek Astrid di Rejang Lebong, Kamis (23/1/2020).

Pihak keluarga akan mempercayai bila hasil tes DNA telah didapatkan.

Sejauh ini kepolisian telah mengambil sejumlah sampel seperti rambut dan lainnya dari anggota keluarga Astrid.

"Kalau hasil tes DNA keluar barulah kami percaya," tambah Nurhayati.

Nurhayati merasa janggal dengan tengkorak kepala yang ditemukan.

Misalnya rahang terlalu besar, sementara rahang Astrid tidak sebesar itu.

Selanjutnya, semua gigi rontok menyisakan geraham kiri dan kanan. Pada bagian rambut telah lapuk.

Menurut Nurhayati waktu dua bulan tidak membuat rambut lapuk.

Sementara pada tengkorak yang ditemukan rambut telah melapuk.

Nurhayati menambahkan sebelum dinyatakan hilang, dirinya merasakan sayang yang berlebihan terhadap Astrid.

Ia bahkan memeluk dan menciumi Astrid sepanjang malam sehari sebelum Astrid dinyatakan hilang.

"Saya mendadak merasa takut kehilangan Astrid, sepanjang malam saya peluk dan elus."

"Perasaan itu muncul sebelum Astrid dinyatakan hilang," demikian Nurhayati.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved