Sisi Lain Metropolitan

Kisah Nur, Penjual Cincau Campur Cendol: Kerap Dikira Anak-Anak hingga Mengundang Iba Pembeli

Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimilikinya, Nur merupakan wanita kelahiran Kuningan, 2 Agustus 1998 silam.

Kisah Nur, Penjual Cincau Campur Cendol: Kerap Dikira Anak-Anak hingga Mengundang Iba Pembeli
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Nur, penjual cincau campur cendol di Ciracas, Jakarta Timur yang kerap dikira anak kecil dan mengundang iba pembeli, Selasa (28/1/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Kerap dikira masih kecil dan mengundang iba saat keliling jualan cicau campur cendol, Siti Nuraisyah ungkap usia sebenarnya.

Saat melihat sosoknya, Nur memang terlihat seperti anak kecil.

Berat yang tak sampai 40 kg dengan tinggi sekira 150 cm, makin membuatnya terlihat seperti anak-anak.

Tak sampai situ, gaya berbicaranya pun masih terdengar manja layaknya anak-anak.

Namun siapa sangka jika umur asli Nur ialah 22 tahun.

Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimilikinya, Nur merupakan wanita kelahiran Kuningan, 2 Agustus 1998 silam.

Sedari kecil, Nur yang merupakan anak ke-6 dari 7 bersaudara ini tinggal dan besar di Kuningan, Jawa Barat.

Sementara ayahnya, Kasudi dan ibunya, Asih merantau ke Ibu Kota untuk berdagang cincau.

"Saya juga tadinya di kampung. SD sampai SMP saya di kampung. Pas saya enggak mau sekolah lagi baru merantau ke sini (Jakarta)," katanya kepada TribunJakarta.com, Selasa (28/1/2020).

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved