Breaking News:

Polemik Revitalisasi Monas

Menteri Basuki: 3 Gubernur DKI Sebelum Anies Baswedan Kantongi Izin Revitalisasi Monas

Baru di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan revitalisasi Monas tanpa izin Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

Editor: Wahyu Aji
Kompas.com/Garry Lotulung, M Lukman Pabriyanto, Kolase: Dino Oktaviano
Foto sebelum dan sesudah kawasan Monumen Nasional sisi selatan yang pohonnya ditebang. 

Namun tidak satupun dari mereka yang mau memberi komentar.

"Kalau mau nanya ke orang kantor saja besok jam kerja," ucap salah satu petugas Pamdal tersebut.

Sementara seorang petugas lainnya yang ditemui mengaku tak tahu menahu di mana ratusan pohon besar itu berada.

Yang dia pernah lihat, pohon-pohon kecil yang dicabut dan kemudian dimasukan ke dalam pot.

Bergeser lagi mencari keberadaan pohon-pohon yang selama ini berfungsi sebagai paru-paru ibu kota, Kompas.com menemui posko TNI yang bersiaga.

Di sana, Kompas.com menanyai salah satu anggota.

Anggota TNI itu mengatakan tak melihat adanya aktivitas penanaman atau pemindahan pohon di kawasan Barat Monas tersebut.

"Enggak-enggak ada," ujar anggota TNI yang tidak disebutkan namanya itu.

Respons pihak Monas

Setelah upaya pencarian terhadap pohon-pohon yang ditebang dan katanya dipindah itu tak berbuah hasil, Kompas.com pun menanyakannya kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Monas Isa Sanuri.

Isa mengakui, ada pohon yang ditebang dan tak lagi berdiri kini. Namun, ada pohon yang memang dipindahkan.

Menurut dia, pohon yang ditebang itu ialah pepohonan tua dan lapuk.

Sementara, pohon yang dipindahkan ialah pepohonan yang masih mudah.

Misalnya, pohon cermai, belimbing.

"Seperti yang saya bilang tadi pohon yang masih kuat dan bagus ditanam ulang di bagian barat. Ada beberapa yang rapuh ditebang," ucap Isa saat dihubungi, Rabu (22/1/2020).

Isa tak menjelaskan secara detail ada berapa pohon yang ditebang saat itu.

"Ini sudah pengerjaannya (tebang pohon) dari bulan November 2019, tanya lebih lanjut ke Dinas Citata ya," kata Isa.

Meski demikian, Isa berjanji jika pepohonan yang ditebang itu akan ditanam kembali.

"Sebagian pohon yang dipindahkan sudah ditanam di bagian barat," tuturnya.

Sekadar pengingat janji

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Revitalisasi dimulai setelah penandatangan kontrak dengan pemenang lelang PT Bahana Prima Nusantara pada November 2019

Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto berujar, mengacu pada desain awal kawasan Monas, sisi selatan itu harusnya berbentuk plaza, bukan ditanami pohon-pohon.

Sementara itu, menurut Kepala UPT Monas Isa Sanuri, ada 205 pohon yang ditebang di area revitalisasi pelataran sisi selatan Monas.

Rinciannya, 150 pohon ukuran besar dan 55 ukuran pohon kecil.

"Itu sebenarnya bukan ditebang begitu saja. Jadi pohon-pohon itu akan dipindahkan. Kalau tidak bisa dipindahkan akan kami buat baru (pohon-pohon)," kata Isa, Senin (20/1/2020).

Lalu pertanyaannya, ke manakah keberadaan 150 pohon besar itu? (Kompas.com/Ihsanuddin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Basuki Sebut Revitalisasi Monas Dilakukan 4 Gubernur, Hanya Era Anies Tak Kantongi Izin"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved