UPDATE Sidang Terdakwa Penggal Kepala Jokowi, Lupa Ucapan hingga Mengaku Diajak Berputar oleh Polisi

"Saya diajak mutar-mutar dengan polisi. Mata saya ditutup kain hitam dan perekat hitam," kata Terdakwa pengancaman penggal kepala Jokowi.

Twitter @yusuf_dumdum/Instagram @jokowi
Pria yang ancam akan memenggal kepala Jokowi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Terdakwa pengancaman penggal kepala Jokowi, Hermawan Susanto, menjelaskan kronologi saat dirinya ditangkap polisi.

Hermawan menyatakan, hampir dipukul menggunakan gitar kecil oleh polisi ketika dirinya memasuki kantor kepolisian.

"Saat masuk kantor polisi, saya hampir dipukul dengan gitar kecil oleh polisi, cuma tidak jadi," kata Hermawan, dalam sidang pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).

Setelah itu, Hermawan menjelaskan dirinya sempat diajak mutar-mutar dengan mata tertutup.

"Saya diajak mutar-mutar dengan polisi. Mata saya ditutup kain hitam dan perekat hitam," kata Hermawan.

Saat diajak mengitari area kantor polisi, kata Hermawan, kepalanya sempat ditodong dengan dugaan senjata api.

"Kepala saya dingin, saya menduga itu senjata api. Karena saya merasakan dingin di kepala saya," ucapnya.

Lebih lanjut, Hermawan menyatakan ketakutan saat menduga dirinya ditodong senjata api. Pun dengan mata tertutup.

"Saya ketakutan, kepala saya rasanya dingin," kata dia.

Sesuai itu, Hermawan dibawa ke ruangan guna diinterogasi polisi.

"Habis diajak putar-putar, saya berhenti di ruangan dan penutup mata saya dilepas," ujar Hermawan.

"Habis itu saya diinterogasi polisi, yang saya ingat yang interogasi saya itu namanya Abdul Rohim," ujarnya.

Mengaku lupa ucapannya yang viral

Terdakwa pengancam penggal kepala Jokowi, Hermawan Susanto, mengaku lupa saat ditanya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ucapannya yang viral.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved