BSD Sebut Penyebab Banjir di Tol Pondok Aren-Serpong Karena Penyempitan Kali dan Maraknya Perumahan

TribunJakarta.com mencatat banjir meluap hingga membuat tol tersebut lumpuh pada akhir April 2019 dan awal Januari 2020.

BSD Sebut Penyebab Banjir di Tol Pondok Aren-Serpong Karena Penyempitan Kali dan Maraknya Perumahan
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Purwoto, Direktur Utama PT Bintaro Serpong Damai (BSD), di Intermark BSD Serpong, Tangsel, Rabu (29/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Jalan tol BSD sudah mengalami dua kali banjir selama kurun waktu satu tahun belakangan.

TribunJakarta.com mencatat banjir meluap hingga membuat tol tersebut lumpuh pada akhir April 2019 dan awal Januari 2020.

Purwoto, Direktur Utama PT Bintaro Serpong Damai (BSD), pengelola jalan Tol Pondok Aren-Serpong selaku anak usaha dari PT Margautama Nusantara (MUN), mengatakan, penyebab banjir di tol itu karena maraknya pembangunan perumahan di sekitar bantaran kali Cibenda.

"Banjir itu karena kawasan. Tol kita itu adalah dilewati sungai Cibenda ke Parigi. Sebelumnya tidak terjadi banjir, dengan adanya perkembangan fungsi lahan yang beralih fungsi, seperti timbulnya perumahan, yang tadinya banyak penyerapan air, sekarang banyak pengurukan," ujar Purwoto di Intermark BSD, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (29/1/2020).

Purwoto mengatakan, lembangunan perumahan tidak mengindahkan ruang resapan air.

Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah kota dan pengembang.

"Perumahan itu tidak memperhatikan adanya drainase, itu bukan wilayah kita. Itu mungkin dari pengembang dan pemerintah," ujarnya.

Terlebih, pembangunan perumahan membuat aliran kali dibelokkan sehingga saat debit air tinggi, air akan meluap.

"Sungai yang tadinya lebarnya bisa 9 meter sebelum di tol, begitu nyeberang tol menyempit tinggal antara 3 hingga 5 meter, kan terjadi bottle neck. Sungai yang tadinya luris ke Parigi, dengan adanya perumahan jadi dibelokkin," jelasnya.

Pihak Tol BSD sendiri tengah mempersiapkan rekayasa pengendalian banjir yang sedang dalam proses.

Harapannya, tahun depan tidak ada air yang menggenang hingga melumpuhkan jalan bebas hambatan itu.

"Rekayasa pengendalian banjir, itu sedang dikaji konsultan kami yang sekarang bekerja. Karena koordinasi banjir itu bukan di wilayah kami, karena itu menyangkut dari Dirjen Sumber Daya Air, SDA Tangsel, juga Balai Besar wilayah sungai, Bina Marga, ini harus mendapat izin dari mereka," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved