Anggota DPR Pertanyakan Strategi Kementerian Perdagangan dalam Hadapi Pasar Global

ia pun mempertanyakan langkah Kemendag dalam menghadapi persaingan perdagangan dalam konteks regional maupun global

Anggota DPR Pertanyakan Strategi Kementerian Perdagangan dalam Hadapi Pasar Global
Istimewa
Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto (ketiga dari kiri) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengkritisi cetak biru (blue print) yang dibuat Kementerian Perdagangan terutama terkait strategi Kemendag dalam menghadapi pasar global.

Darmadi melontarkan kritiknya saat berlangsung rapat kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto beserta jajarannya, Kamis (30/1/2020).

"Kementerian perdagangan kan tantangannya sekarang soal munculnya paham anti-globalisasi dimana gejalanya yaitu banyak negara membatasi impor. Nah, kalau kita kaitkan dengan teori Joseph Stiglitz ada tiga hal yang bisa jadi ukuran dalam mengukur blue print yang dibuat kemendag," kata Darmadi di ruang rapat komisi VI DPR, Kamis (30/1/2020).

Pertama, kata Bendahara Megawati Institute itu adalah tahapan. Kedua, urutan dan Ketiga, kecepatan.

Dari ketiga konsep itu, kata dia, kalau bicara pada konsep tahapan, tahap/stages harusnya liberalisasi sektor perdagangan dulu.

"Baru deregulasi keuangan, tapi di Indonesia deregulasinya keuangan dulu baru perdagangan. Jika tahapannya seperti itu Kemendag babak belur," tuturnya.

"Karena menurut Joseph Stiglitz mestinya regulasi duluan yang didahulukan sebelum membuka kran impor," tambahnya.

Penggerebekan Mobil Boks Bawa 288 Kg Sabu: Senilai Rp 864 M, Cap 555, 3 Kurir Asal Iran Tewas

Natal Parlemen 2019 Memberi Pesan Pentingnya Menjadi Sahabat Bagi Semua

Adapun terkait konsep Stiglitz mengenai urutan, dijelaskannya, jika dikorelasikan dengan strategi Kemendag belum terimplementasikan dengan baik.

"Urutan/sequences maksudnya yaitu bagaimana kesiapan lembaga ekonomi dan politik menghadapai globalisasi. Bagaimana strategi menghadapi defisit. Faktanya kan kemendag lebih gampang atau doyan urusi impor daripada ekspor. Imbasnya, ekspor kita berantakan, babak belur. Sekali lagi urutan jadi penting," kata Darmadi kepada Mendag Agus Suparmanto.

Lebih lanjut Darmadi mengatakan, ia pun mempertanyakan langkah Kemendag dalam menghadapi persaingan perdagangan dalam konteks regional maupun global.

"Bagaimana kesiapan BSN, KPPU, UMKM dan koperasi dan BUMN, menghadapi globalisasi?" tanya Darmadi.

Yang ketiga, lanjut dia, yakni soal speed/kecepatan Kemendag dalam menghadapi persaingan global.

"Harusnya speednya direm, jangan buka semua. banyak pihak yang ingin buka (Daftar Negatif Investasi) kita secepat dan seluas-luasnya, tapi kita harus hati-hati soal itu," ujar Darmadi menyarankan.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved