Sisi Lain Metropolitan

Curahan Hati Saimi Berpeluh Keringat dan Air Mata Bangun Monumen Pancasila Sakti

Bahkan selama proses pembuatan Monumen Pancasila Sakti, Saimi menggambarkan jika banyak sekali relawan yang secara cuma-cuma turut membantu.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Saimi, saat ditemui di Jalan Kerja Bakti, Makasar, Jakarta Timur, Kamis (30/1/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Saimi (74) dituakan oleh warga Kampung Makasar, karena pengalamannya ikut membangun Monumen Pancasila Sakti dan sempat diancam PKI.

Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur, merupakan tempat bersejarah yang dibangun untuk mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi.

Untuk mempertahankan ideologi bangsa Indonesia dari ancaman komunis atau PKI, tercatat 7 pahlawan gugur.

Di antaranya ialah Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R Suprapro, Mayjen TNI Siswondo Parman, Mayjen TNI MT Haryono, Brigjen TNI DI Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo dan Perwira TNI Lettu Pierre Tendean.

Meski tak mengingat tahun berapa, Saimi ikut berkontribusi dalam pembangunan.

Ingatan Saimi terkait suasana kala itu masih lah sangat jelas.

Kekejaman PKI yang membantai habis para Pahlawan Revolusi kerap kali membuat hatinya merasa tersayat.

Bahkan selama proses pembuatan Monumen Pancasila Sakti, Saimi menggambarkan jika banyak sekali relawan yang cuma-cuma turut membantu.

"Dulu itu ada bayarannya. Tapi kan enggak banyak. Lagian banyak orang-orang yang kerja ikhlas juga karena tahu kejamnya PKI kayak apa."

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved