Bukan Orang Titipan, Menkumham Diminta Pilih Sosok Dirjen Imigrasi yang Berintegritas

jabatan Dirjen Imigrasi ke depannya harus diisi dengan sosok yang memiliki leadership kuat, berintegritas, punya kompetensi, penguasaan.

Tribunnews.com
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Laoly menetapkan 29 kelurahan DKI Jakarta sebagai kelurahan sadar hukum di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10-10-2017) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly memutasi Ronny Sompie dari posisi Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi.

Langkah mutasi tersebut diduga sebagai buntut keterlambatan informasi terkait kembalinya politisi PDIP Harun Masiku ke Indonesia.

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah mengingatkan, jabatan Dirjen Imigrasi ke depannya harus diisi dengan sosok yang memiliki leadership kuat, berintegritas, punya kompetensi, penguasaan serta memiliki karakter.

"Jadi karakter itu artinya tidak mudah tergoda oleh masukan atau bisikan apapun dan bahkan rayuan. Sudah bukan rahasia umum, banyak sekali bujuk rayu karena penyelundup banyak sekali. Sehingga dibutuhkan prinsip dan kepemimpinan yang kuat," kata Trubus Rahadiansyah, di Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Sosok tersebut biasanya muncul dari seseorang yang berlatar belakang militer atau kepolisian seperti yang biasanya dilakukan.

Karena untuk menduduki jabatan itu harus punya keberanian dalam menghadapi situasi yang cukup dinamis dan butuh tantangan internal yang persaingan belum tentu sehat.

Dia mengingatkan agar posisi Dirjen Imigrasi jangan sampai diisi oleh orang-orang titipan.

Jika tidak maka dikhawatirkan ke depannya justru akan menimbulkan polemik baru dan justru memudahkan berbagai upaya penyelundupan untuk masuk ke Indonesia.

Trubus juga meminta, sosok yang nantinya akan duduk di bangku dirjen Imigrasi, bukan didapat dari orang yang berasal dari partai politik.

Karena kalau partai nantinya akan seperti yang sebelumnya, karena banyak program yang tak berjalan.

"Saya menduga nanti kedepannya ada orang-orang yang titipan untuk mencari keuntungan. Jadi bukan orang yang profesional," ujarnya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved